Tuesday, 20 November 2012

Profil DJ Tiesto

Tiesto yang memiliki nama asli Tijs Verwest, lahir pada tanggal  17 Januari 1969 di Breda, Belanda. Ia adalah DJ pertama di dunia yang berhasil memecahkan rekor konser di stadion dengan jumlah pengunjung 25.000 orang dua malam berturut – turut, Ia juga meraih hits nomer 1 di belanda dengan snglenya Traffic yag merupakan single instrumental pertama yang meraih tangga chart selama kurun waktu 23 tahun. Remixnya dari grup band Delerium dengan Sarah Mac Lachlan berjudul Silence adalah track house pertama yang pernah disiarkan secara bersamaan oleh radio seluruh Amerika Utara dan menjadi anthem di setiap kelab malam juga berada selama delapan minggu di pucak chart UK Top 10. Ia bermain live di depan jutaan orang pada pembukaan Olimpiade di Athena dan menelurkan album Parade of the Athletes. Diatas semua kesuksesannya, Ia tetap dikenal sebagai musisi berbakat yang low profile.
Lahir di Belanda, Tiesto ingin menjadi seorang DJ karena Ia suka berbagi musik dengan orang lain. “Ketika aku remaja, Aku mendengar sebuah siaran radio bernama “Soul Show” dan juga program radio “Ben Liebrand’s Mix” yang suka menggabungkan lagu dari berbagai track dan menjadikannya sesuatu yang baru, kemudian aku bepikir…Inilah yang ingin kulakukan !!” ujarnya. Proses produksi akhirnya berlangsung pada tahun 1995 dimana Ia benar total bekerja sepenuh waktu. Ia membawa beberapa sampler, beberapa program komputer dan mulai meremix track koleksinya. Apa yang Ia lakukan kelihatannya mudah, padahal selama kurun waktu 10 tahun karirnya, single darinya kerap meraih puncak charts di seluruh Eropa.
Pada tahun 1997, Tiesto bersama Amy Bink membentuk perusahaan rekaman bernama Black Holedj_tiesto_1 Recording, label ini meelurkan album – album prestisius semacam Magik, In Search For Sunrise, dan kompilasi mix Nyana. Pada tahun 2001 Ia membentuk sub label Magik Muzik. “Ini semacam rekaman rumahan bagiku atau untuk orang – orang yang kerjanya sangat aku percaya” ujarnya antusias. “Segala yang ada di Magik Muzik adalah apa yang kamu rasakan di pertunjukannku, hal ini yang membuatnya lebih dari sekedar proyek sampingan” Tiesto menambahkan. Single – single dahsyat pun lahir dari label ini semacam Flight 643 dan album In My Memory, Just Be dan Element Of Life.
Walaupun terkenal mempelopori music trance, namun sekarang Tiesto adalah mix dari semuanya : trance, house, techno atau apapun yang terbaik untuk ditawarkan pada penggemar musik dance.Banyaknya even prestisius dan akbar tempat Ia bermain live mengakibatkan Tiesto jarang bermain di kelab dan menjadikannya lebih sebagai seorang artis mainstream. ” Seringkali dalam setiap showku, sebagian dari mereka adalah clubber sejati, tapi sebagian lagi adalah orang yang mengenalku melalui radio atau even terkenal lainnya” ujarnya. “Sepertinya mereka seperti sedang menonton konser, jadi sekarang aku memiliki campuran yang luar biasa dari audiensku dari dua dunia tersebut”.
Tiesto menggambarkan beberapa tahun belakangan sebagai momen perjalanan yang menentukan, yang paling berkesan baginya adalah malam kedua dari konser Tiesto di Belanda pada tahun 2004. “Aku sangat tahu pada apa yang sedang terjadi, musiknya sangat tepat -  campuran dari tune favoritku dan lagu – lagu baru, semua terasa sempurna malam itu. Aku bermain sembilan jam dan itu adalah pertunjukan terfavoritku”. Dan tentu saja terplih oleh jutaan pembaca DJ Magz sebagai DJ Nomer satu dunia adalah puncak karirnya. “Seperti menang Oscar!!” teriaknya.
dance4lifewall1024_768Pada bulan Mei tahun 2006 Tiesto menjadi duta untuk Dance4Life, dimana hasil dari album ini disumbangkan sepenuhnya untuk amal dan menelurkan single Dance4Life bekerjasama dengan musisi legendaris Maxi Jazz.
Pada tahun 2008 Ia kembali masuk studio dan berkonsentrasi pada pembuatan album Elements Of Life yang akhirnya juga merajai tangga lagu dunia. Album ini menampilkan vokal dari BT yang pernah bekerjasama dengannya dan menelurkan hit single Break My Fall, lalu dengan Julie Thompson. “Aku sedang tidak tertarik dengan kolabrasi besar – besaran sekarang, tapi lebih pada upaya menemukan bakat – seseorang dengan suara indah dan membuatmu merinding. Sebuah vokal ibarat sebuah instrumen bagiku. Contoh yang bagus adalah Christian Burns yang menyayikan single In The Dark . Aku menemukannya melalui MySpace, sebuah bukti nyata bahwa internet adalah sebuah media pilihan untuk pengembangan musik dan karir”.
Satu hal lagi mengenai Tiesto adalah kemampuannya meremix lagu dari artis lainnya. “Aku sangat senang mengerjakan sebuah remix. Aku suka mendengar sebuah lagu dan langsung saja terlintas dikepalaku apa yang sebaiknya kulakukan dengan lagu tersebut, apa yang bisa kubuat berbeda dan yang penting bisa berhasil dipertunjukanki, semua remix harus dicoba dan dites” ujarnya. Beberapa remix terbarunya adalah “Piece of Me” dari Britney Spears dan The Right Life-nya Seal. Beberapa waktu lalu produser terkenal Timbalan juga memintanya untuk meremix Love Stoned-nya Justin Timberlake.
Tiesto berjanji untuk lebih sukses baik sebagai solo artis dan DJ sebagaimana kita kenal. Nominasi Grammy untuk albumnya Elements Of Life dan DVD in Search for Sunrise 7 dan Elements Of Life World Tour telah dirilis dan kedepannya Ia menjanjikan lebih banyak remix dan baru – baru ini Ia memenangjan International Dance Music Award untuk kategri Best Global DJ dan Best Electronic Dance Album pada Konferensi Musik Musim Dingin Tahunan di Miami, Florida.
Ia sangat menikmati pencapaiannya, tapi tetap menginjak bumi. “Sangat susah meramal masa depan. Setiap beberapa bulan seakan sesuatu yang baru, tak diharapkan dan menakjubkan dapat saja terjadi”ujarnya, Motto TiĆ«sto adalah: “Aku merasakan energi dari penonton dan kucoba untuk kuberikan kembali, untuk menciptakan persatuan.”
dj_tiesto_club_life_
Penghargaan pada Tahun 2008
* IDMA Award Best Global DJ / Best Electronic Dance Album – Elements Of Life
Penghargaan pada Tahun 2007
* Grammy Nomination Best Electronic Dance Album – Elements Of Life
Penghargaan pada Tahun 2005
* 3 FM Award Best Dance Artist
* Release Dance Award Best Trance/Progressive artist
* Release Dance Award Best International DJ
* TMF Belgium Best International DJ
* Dance Music Award Germany Best Trance Artist
* WMC Awards Miami Best Producer
* WMC Awards Miami Best Hi-NRG / Euro track
* WMC Awards Miami The Ortofon Best European DJ 2004
* WMC Awards Miami Best Producer 2004
* TMF Award Holland Best Dance National
* TMF Award Holland Radio 538 single of the year
* TMF Award Holland Lifetime Achievement
* Edison Music Award Best dance album – Just Be
Penghargaan pada Tahun 2004
* ID&T Dutch DJ Award Best Dutch DJ by audience
* Buma/Stemra Sound of Silence Award
* TMF Award Belgium Best International DJ
* World Music Award World’s best selling Dutch artist
* Ibiza DJ Award Best International DJ Trance
* TMF Award Holland Best National DJ
* TMF Award Holland Best Dance Act National
* DJ Mag Top 100 Number 1 Position
* WMC Awards Miami Best International DJ
Penghargaan pada Tahun 2003
* World Dancestar Award U.S.A. Best International DJ
* ID&T Dutch DJ Award Best Dutch DJ by professional jury
* ID&T Dutch DJ Award Best Dutch DJ by audience
* Radio 538 Dance Award Radio 538 Dutch Audience Edison
* TMF Award Holland Best Dance Act National
* TMF Award Holland Best National DJ
* TMF Award Belgium Best Dance International
* MTV Europe Music Award Best Dutch Act
* BG Magazine Award Best Club/Trance/Hardhouse DJ
* DJ Mag Top 100 Number 1 Position
* Mixmag Award Best Resident Ibiza
Album
In My Memory (2001)
Just Be’ (2004)
Parade of the Athletes (2004)
Elements Of Life (2007)
Elements Of Life: Remixed (2008)
Read more ...

Masdibyo Pelukis Tuban






https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhobCkwkVqjpeSnem1iaOWFAFF5cPLMqpxbXIhapyQx-Sxw4pdclKcm0_gKznD17UDRP5dWN5mHVy37aFX6imfiMc6ltWDrPHWb1Zu8CWiX028WlfwHVpId0TVsldhvMWbmvzRTENVkxFs/s1600/masdibyo-1.jpg




Kurator(ial) Mbilung dan Tafsirnya

Bertitik berangkat dari realitas ini saya mencoba mencari celah lain untuk memahami kecamuk pemikiran dan dunia batin Masdibyo, yakni lewat jejaring sosial yang sangat populer di dunia, Facebook. Tampaknya Facebook menjadi medium yang sangat dekat, karib, dan representatif untuk meluapkan segenap perasaan dan pemikiran sekian banyak orang, termasuk bagi pribadi Masdibyo. Saya sendiri menjadi friend dengan Masdibyo di Facebook sejak hari Selasa, 7 Desember 2010. Dan sejak itu saya bisa mengintip banyak hal yang menjadi ketertarikan Masdibyo lewat status-status yang ditulisnya, atau lewat foto-foto yang di-upload-nya, juga melalui komentar-komentarnya atas status yang saya buat atau status friend(s) lain.

Dari sini kemudian dua hal yang kontradiktif terlihat bertumbuk satu sama lain: Facebook merupakan derivat dari dunia maya namun bisa dimungkinkan merepresentasikan dunia nyata, atau sebaliknya. Saya hanya bisa mencoba untuk berpikir positif bahwa pada medium dunia maya itu orang atau seniman seperti Masdibyo mencoba menampilkan diri dengan potongan-potongan realitasnya, juga petilan-petilan representasinya.

Facebook tampaknya menjadi sahabat yang baik bagi Masdibyo. Saya cukup kerap menyimak wall-nya baik sengaja atau tidak dan beroleh kesan bahwa ternyata seniman lulusan Jurusan Seni Rupa IKIP (sekarang Universitas Negeri Surabaya, UNESA) ini relatif sangat produktif melansir status, foto, komentar balik, dan sebagainya. Ada kalanya dalam satu hari (24 jam) dia bisa mengeluarkan 10 status, bahkan lebih, plus meng-upload foto-foto berikut catatan kecil yang serupa status. Dalam sebulan yang 28 hingga 31 hari Masdibyo mampu “memproduksi” ratusan status. Sebagai Facebooker atau pengguna Facebook, tentu seniman ini bisa dibilang sangat aktif dan produktif.

Dari sekian banyak status dan teks foto yang di-share di-wall-nya, saya mencoba mengumpulkan secara random 100 buah sebagai contoh kasus untuk diamati. Dari jumlah itu, di-upload pada tahun 2011 dan 2012 dan hampir 60% di antaranya saya pilih yang berkait dengan dunia seni rupa. Selebihnya merupakan status berisi komentar Masdibyo tentang keluarga, keadaan politik kontemporer, agama, dan sekian banyak persoalan lain.

Hal menonjol dari status-statusnya tentang persoalan seni rupa adalah sikap dan opininya tentang sepak terjang sosok kurator seni rupa. Di bawah ini ada lima (5) kutipan status Masdibyo:

kepada ytc.
Kritikus seni rupa
Indonesia,

Dengan hormat,
Bersama ini saya sarankan anda pensiun saja menikmati sakit hati, ato meleburkan diri menjadi calo/pelacur seni sekalian, sebab jamannya sudah berubah, sekarang ini jamannya jaman pesta para Calo Seni yg dikemas dengan merk KURATOR. Berminat?? Bergabunglah dengan mereka, dan selamat menikmati pesta .
Hormat saya,

m a s d i b y o

(June 28, 2011)

Ada yg sms aku:
"masdibyo, kok berani mengkritisi situasi seni rupa saat ini apa ga takut disirik/dibenci KURATOR?"
Kujawab:
"KURATOR bener tak mungkin membenciku, justru makin akrab, sbb kita sama2 punya tanggungjawab jaga WIBAWA SENIRUPA, tak sekedar cari untung dari seni rupa, kalo yg membenci KURATOR yg lakukan praktek2 penipuan macam itu, ngapain takut? Kalo perlu ANTEM-ANTEMAN PISAN GELEM AKU MAS!!

(June 12, 2011)

"mas, sampeyan itu kok antipati banget se ama kurator Mbilung ,, dia itu doktor lho!"
"MESKI DOKTOR, KALO DISEMATKAN PADA MBILUNG, YA TETAP SAJA "DOKTOR MBILUNG", DANCUK!! SAMPEYAN KI, SULIT JADI PELUKIS SAMA JADI KURATOR ITU!! JADINYA DOKTOR KAN KARENA TUNTUTAN/KEHARUSAN DARI WILAYAH KERJANYA, GELARNYA ITU CUMA UNTUK PRESTIS ATAS BIAYA UANG RAKYAT!! KALO SETELAH JADI DOKTOR LANTAS KEMETHAK GITU ITU,, AKU LEBIH MENGHARGAI GIMAN SI PETANI UTUN ITU MAS !!"
"repot omong sama masdibyo"
"REPOT EMANG, SAMPEYAN SE,,, TEMA PERTANYAANNYA TENTANG MBILUNG, DANCUK!!"
"ya wis,,, ya wis,, ngobrol liyane,,, hahahaha…”

(December 5, 2011)

"Seni lukis Indonesia mulai th 2000an, secara kuantitas luar biasa, tapi kualitas tidak. Hal ini terjadi justru karena maraknya sistem kuratorial"
"ANDA KOK TAHU??"
"Saya menyukai karya2 pelukis Indonesia, dan mulai mengoleksi th 1993 sampe lukisan terakhir yg saya beli karya Made Jirna 1999 dan Putu Sutawijaya 2004, setelah itu lelang di Indonesia rame, beberapa kali saya datang, tapi setelah itu tidak lagi, karena permainannya nampak sekali, saya tak mau terjebak ke dalam permainan mereka."
"BAGAIMANA DENGAN KARYA PERUPA INDONESIA SEKARANG??"
"Saya memilih mengoleksi karya perupa muda China, orisinalitasnya terjaga dan saya bisa memilih langsung ke studionya, perupa Indonesia susah karena mereka sudah menjadi karyawan galeri"
"SAYA TIDAK,,,"
"Saya punya satu karya anda, dapat dari lelang Balindo th 1998, ada sertifikatnya lucu, saya suka, kapan anda Pameran saya diundang".

Lalu dia memberiku kartu nama, dia kolektor dari Singapura yg sangat tidak suka dengan buih2 kurator Indonesia . Hmmmmm,,,, TERNYATA MASIH ADA. Kepada teman2 yg tak masuk dalam lingkaran itu JANGAN KECIL HATI YA??? Ayo terus berkarya!!!

(November 22, 2011)

PAMERAN ITU SEBUAH PERTANGGUNGJAWABAN KEPADA PUBLIK, JADI TEMA HRUS JELAS DAN HARUS ADA KURATORIAL!!
Preeeeett pret epret epreeeeeet,,
Publik yg mana maaas??? Tanggungjawab sama penyelenggara itu ta!! Publik ga pernah peduli sampeyan mau mamerkan apa!! Kalo bagus diliat, kalo jelek ga direken!! Gitu aja,,, publik ga kakean cangkem kaya sampeyan iku!!

(September 10, 2011)

Lima status Facebook Masdibyo tersebut bisa memberi potongan pemahaman pada pembacanya atas sikap personal dan kesenimanannya terhadap sosok kurator seni rupa. Sikap itu berupa penolakan sekaligus resistensi atas kehadiran kurator dalam praktik kreatif seni rupa. Bahkan kalau menyimak statusnya yang bertanggal 5 Desember 2011 nampak sekali bahwa penolakan itu sudah menjurus sebagai sebuah “serangan personal” tertentu (karena telah menyebut atribusi yang cukup definitif) yang barangkali sudah menjadi rahasia umum di Jawa Timur tempat seniman ini menetap. Namun status-status tersebut bisa pula ditanggapi sebagai sebuah kritik konstruktif bagi para kurator seni rupa yang barangkali gagasan-gagasannya tentang praktik dan peran kurator(ial) kurang terbumikan dengan baik dan memadai di sini, setidaknya pada telinga Masdibyo, sehingga muncul respons yang cukup negatif.

Kasus semacam ini tentu bukan yang pertama, dan kemungkinan masih juga terjadi hingga sekarang. Banyak perhelatan seni rupa yang memakai bingkai kuratorial dan bersifat kompetitif nyaris selalu direaksi oleh publik seni rupa sendiri dengan pandangan minor berbau penolakan. Seolah hadirnya kurator dan bingkai kuratorial yang ditawarkan dengan serta-merta hendak menjadi “algojo” yang sewenang-wenang meminggirkan (kelompok) seniman tertentu dan memunculkan (kelompok) seniman tertentu lainnya berlandaskan kedekatan emosional, kelekatan sosial, jaring-jaring koncoisme dan sebagainya. Dugaan adanya praktik nepotisme hampir selalu menjadi titik dasar persoalan dalam praktik kerja kurator(ial).

Asumsi ini tentu cenderung cukup menyesatkan, meski tidak bisa sepenuhnya dipersalahkan. Minimalnya upaya mediasi serta sosialisasi akan pentingnya kurator berikut bingkai kuratorial dalam tiap perhelatan seni rupalah yang menjadi kunci atas asumsi-asumsi miring tersebut. Selama ini pemahaman atas praktik kerja kuratorial seolah sekadar dipahami sebagai EO (event organizer) seni rupa yang berorientasi sempit seperti hanya mengarah ke upaya komersialisasi seni(man) semata, atau kerja-kerja parsial sebatas menyeleksi karya pameran, bahkan diasumsikan hanya sebatas menulis kata pengantar dalam katalogus pameran.

Padahal, praktik kerja yang selalu diupayakan dibangun oleh kurator adalah mencoba membuat disain pameran secara komprehensif. Dalam disain ini seorang kurator menentukan intellectual framework (kerangka kerja intelektual), yakni gagasan dan basis pemikiran yang menjadi titik berangkat untuk memproyeksikan pameran terhadap target yang akan dituju. Intellectual framework itu berasal dari dua kemungkinan.

Pertama, berangkat dari riset, survei atau pembacaan kurator tentang tema dan problem tertentu (sosial, politik, budaya dan sebagainya) yang kemudian diimajinasikan untuk diturunkan (derivasikan) dalam praktik kerja visual seniman. Dari sinilah kemudian kurator memiliki hak sepenuhnya untuk memilih karya seni atau seniman yang sesuai dengan intellectual framework. Dalam tahap ini sangat dimungkinkan kurator menyeleksi karya yang tidak sekadar indah dan bagus dengan parameter estetik saja, melainkan juga menempatkan karya yang menarik sebagai subyek untuk menyuarakan persoalan tertentu. Teks visual diberi konteks persoalan. Atau dalam istilah Direktur Apexart-Curatorial Program, New York, Steven Rand (2002), dikatakan bahwa: “Seseorang bisa menunjukkan seniman dan karya seninya, sedang kurator (mestinya) bisa menunjukkan karya seni dan konteksnya”. Dalam level ini, pemahaman kurator terhadap teori dan sejarah seni, karya yang artistik, berikut kemampuannya dalam displaying karya diasumsikan telah cukup paripurna.

Kemungkinan kedua, berasal dari artifak karya seni yang sudah ada atau tersedia dengan kecenderungan tertentu untuk kemudian dibaca ulang oleh kurator dengan beragam kemungkinan modus, sistem dan perspektif pembacaannya. Pada titik inilah kreativitas seorang kurator diuji untuk lebih jauh menggaungkan artifak karya seni tersebut. Upaya membongkar dan menyubversi sistem (pe)makna(an) yang telah menjadi mainstream atas karya tersebut sangat dimungkinkan terjadi. Misalnya eksposisi tubuh-tubuh dan potret diri dalam kanvas-kanvas Masdibyo, tidak lagi hanya bisa sebagai sebungkah praktik narsisisme, melainkan dapat juga dikerangkai secara konseptual sebagai subyek perlawanan terhadap dominasi praktik kuasa konsumsi. Belum lagi ihwal pemajangan karya yang dilakukan tidak di galeri melainkan di kafe atau hotel berbintang, misalnya, dimungkinkan akan mampu menciptakan ruang diskursif yang lebih kompleks dan kaya.

Dalam proses implementasi atas modus kuratorial seperti ini, kurator tidak secara arbitrer (sewenang-wenang) melakukan kerja kuratorialnya, tetapi tetap mengedepankan seniman sebagai pokok soal (subject matter) dan sumber utama gagasan. Dengan demikian pola kerja yang simbiose mutualistik kurator-perupa menjadi agenda terdepan. Proses komunikasi yang intens dan setara menjadi lebih penting – seperti diungkapkan oleh kurator Whitney Museum, AS, Lawrence Rinder (2002) –ketimbang bekal teori yang dipahami oleh kurator dari buku yang tidak akan banyak berguna tanpa inisiatif untuk terus-menerus melihat karya seni dan peka melihat ruang-ruang baru yang spesifik. Di sinilah ada titik temu yang relevan dari pandangan kurator Judith Tannenbaum yang memberi penegasan bahwa tiap pameran perlu nyali dari sang kuratornya untuk menghadirkan garis kuratorial yang penuh nilai curiosity, contradiction, collaboration, and challenge (dalam tulisan “C is for Contemporary Art Curator”, Art Journal, 1994). Curiosity (rasa ingin tahu) mengandaikan kegelisahan kurator untuk mendalami lebih lanjut karya dan praktik kerja seniman; contradiction (kontradiksi) mengandaikan pentingnya membenturkan nilai kontras antara yang mainstream dan yang hidden (tersembunyi), yang beredar dalam praksis dan teori; collaboration (kolaborasi) mengandaikan kerja kuratorial merupakan praktik kerja yang disemangati oleh praktik kolaborasi yang egaliter; dan challenge (tantangan) yang mengandaikan pentingnya progres yang dinamis sebagai sebuah tantangan utama.

Dari cara dan praktik kerja kuratorial yang mutualistik dan didasarkan riset yang komprehensif, maka kehadiran perupa terkenal dalam pameran bukanlah menjadi alat ukur utama keberhasilan sebuah pameran. Reputasi perupa peserta dalam perhelatan seni rupa bukannya tidak penting, tetapi hal yang jauh lebih signifikan adalah peran kurator dalam memfokuskan melihat karya-karya yang dikreasi seniman dan menempatkan konteks-konteks karya itu ke dalam ruang-ruang pemahaman sosial, politik, dan budaya secara lebih luas dan progresif. Dari sinilah dimungkinkan kerja kuratorial akan secara otomatis berimbas pada pemunculan nama-nama perupa baru dalam gelanggang pemetaan yang lebih tinggi. Maka akan mengemukalah the new rising stars. Ini menjadi pola konstruksi yang dapat disadari akan terjadi dalam pameran dengan intellectual framework yang baik berikut garis implementasinya di lapangan.

Sehingga, kalau pada sebuah pameran yang bersifat kompetitif semisal biennale memunculkan nama-nama perupa yang tak memiliki garis reputasi yang jelas, kecurigaan dan dugaan adanya praktik nepotisme bisa dipenggal oleh pertanyaan yang lebih konseptual terhadap garis gagasan kuratorial seperti apa dan target kultural bagaimana yang memungkinkan mencomot perupa dengan reputasi “yang tidak jelas” itu. Di sinilah titik tanggung jawab kurator dipertaruhkan. Inilah sedikit keterangan tentang garis kerja seorang kurator dan praktik kerja kuratorial yang tampaknya belum termediasikan dengan baik sehingga bias di lapangan, seperti yang barangkali dilihat sekilas oleh Masdibyo.

Seniman Penindas dan “Artisan”

Kembali kepada status-status Masdibyo dalam di wall Facebook-nya, saya memperoleh beragam informasi dan “sikap politik” seniman ini dengan lebih kaya lewat cara ungkap yang informal dan sulit didapatkan dalam katalog-katalog pamerannya yang biasanya cenderung resmi, kaku dan tak mengulik berbagai sisi persoalan tertentu dengan emosi yang hangat bahkan meledak-ledak. Sebaliknya, dalam status di Facebook Masdibyo bisa dengan lugas dan sinis melakukan kritik serta sesekali menyisipkan gairah humornya.

Selain sosok kurator yang banyak diserangnya, Masdibyo juga “menyerang” dengan sinis seniman atau kelompok seniman yang praktik artistiknya dianggap telah masuk dalam perangkap industrial yang mengedepankan aspek produksi dan mengabaikan etika pola kreatif seniman yang “adiluhung”, yakni mengandalkan tangan dan kemampuan sendiri sebagai “alat produksi” karya seni. Simaklah dua contoh statusnya tentang hal ini:

Pelukis sekarang banyak yang jadi PENINDAS!! Maksudnya: obyek yg mau dilukis di-PRINT di kanvas, lalu DITINDAS dengan cat. Panteeeees bocah durung iso sisi lukisan realise kok maut-maut tenan,,,, diamput, ketipu aku. Hehe,,,,, www.ndomblong.co.id

(June 11, 2011)

"karya digital itu termasuk apa mas??"
"PRAKARYA"
"kerajianan?"
"BUKAN, PRAKARYA!!"
"masudnya?"
"SEBELUM SENIMANNYA BERKARYA, GAMBARNYA SUDAH JADI DULUAN"
"lho,,, tapi itu kan hasil kreatifitas, itu sebelum gambar ada dipikir dulu itu mas,,,"
"IYA,,, TUKANG BECAKPUN JUGA BERPIKIR LHO, UNTUK AGAR CEPAT SAMPE TUJUAN DAN SEGERA DAPAT DUIT DIA KREATIFITASNYA JUGA JALAN, LEWAT JALAN TEMBUS MANA".
"hahahahaha,,,, hebat de masdibyo".
"LHO,, BARU TAU TA?? KALO GA HEBAT LUKISANKU GA MAHAL MAS!!! DANCUK SAMPEAN KI, PURA-PURA GA NGERTI YA??? "
dia klejingan lalu merangkulku.

(January 22, 2012)

Dua status di atas bisa dijadikan tengara untuk menyimak pemikiran Masdibyo yang tampaknya masih tegas menolak praktik penciptaan karya seni dengan melibatkan pendekatan dan semangat masinal dalam kreativitasnya. Baginya, kerja kreatif seorang perupa ya sepenuhnya bergelut dengan 3-H (Head, Heart, Hand) seperti diidealkan dalam konsep praktik kreatif seniman di Barat. Dan ketika seniman telah “memotong” salah satu prosedur kreatif dengan meniadakan atau mereduksi ketrampilan teknisnya maka kekomplitannya sebagai seniman akan terkurangi. Bukan atau belum sepenuhnya sebagai seniman.

Fenomena “artisan” (seniman pekerja yang membantu kerja teknis “seniman yang sesungguhnya”) dan “pelukis penindas” hingga lukisan “prakarya” seperti yang dipermasalahkan Masdibyo itu cukup merebak dewasa ini. Dalam dunia seni rupa kontemporer yang secara definitif belum benar-benar tuntas mengamini adagium penting yang kontroversial, yakni “anything goes”, apapun bisa. Adagium ini memberi jendela pemahaman bahwa batas-batas dan pengkotakan-pengkotakan yang ada dalam seni rupa modern(isme) telah cair dan melebur dalam praktik penciptaan seni rupa yang tanpa batas yang jelas dan tegas. Istilah seperti aliran dekoratif, abstrakisme, naturalisme dan semacamnya telah dianggap cukup sesak dan kurang memadai untuk memberi “kurungan” kreativitas seniman atau perupa yang selalu berusaha menciptakan “another form of art” yang baru dan meluas.

Implikasi dari “ideology of anything goes” muncul dalam praktik kerja seniman yang diresahkan oleh Masdibyo. Ada seniman durung iso sisi (belum bisa buang ingus) tapi ternyata lukisan realise kok maut-maut tenan (lukisan dengan pendekatan realismenya kok bagus sekali), dan ternyata Masdibyo terkecoh karena seniman “pengecoh” itu hanya melakukan re-touch atas image foto yang dicetak secara digital (digital printing) dalam kanvas berukuran besar. Diamput, ketipu aku, umpat Masdibyo. Implikasi semacam ini kurang lebih hadir dari perluasan pemahaman bahwa cakupan kerja seorang seniman sekarang bisa saja sekadar dari kemampuannya dalam mengolah dunia gagasannya saja dan kemudian pada penerjemahannya di ranah dunia bentuk ditransfer atau dibantu oleh perangkat teknologis dan atau pekerja seni lainnya dalam kapasitas sebagai “artisan”.

Dalam jagad seni rupa di Indonesia dewasa ini praktik semacam itu sebenarnya sudah mulai lazim dilakukan. Untuk kawasan Yogyakarta dan sekitarnya sudah menjadi rahasia umum bahwa seniman seperti Deddy PAW melakukan re-touch atas digital printing dari karya-karya fotografinya yang memang artistik. Belum lagi seniman-seniman lain. Juga tak sedikit perupa yang mempekerjakan “artisan” sebagai asisten penting untuk mengeksekusi gagasan artistiknya dengan berbagai medium. Misalnya perupa Rudi Mantofani sempat dibantu oleh Ahmad Syahbandi untuk menyelesaikan lukisan-lukisannya. K.P. Sancoko dibantu oleh Oskar Matano, S. Teddy D. dibantu oleh Khadafi. Patung-patung karya Budi Kustarto beberapa dibantu pengerjaannya oleh Wilman Syahnur yang belakangan menjadi seniman yang mandiri. Karya-karya tiga dimensi berbahan cor aluminium karya Entang Wiharso atau beberapa karya Titarubi, Mella Jaarsma dan seniman papan atas lainnya dikerjakan di studio Ichwan Noor di bukit Sempu, Yogyakarta. Karya-karya Heddy Hariyanto sempat dikerjakan oleh Ambrosius Eddy “Gundul”. Karya-karya 3 dimensi Ivan Sagito dan Heri Dono sedikit banyak dibantu penyelesaiannya oleh Slamet Klintho, dan masih banyak lagi. Ini tak jauh beda dengan salah satu perupa papan atas China sekarang, Yue Min Jun, yang mau tak mau meminta bantuan sekian banyak “artisan” di studio besarnya untuk memenuhi target berpameran tunggal atau memenuhi undangan di perhelatan penting seni rupa di berbagai kota di dunia dalam rentang waktu yang berdekatan.

Praktik-praktik semacam yang dikritisi Masdibyo, entah itu “seniman penindas” atau “seniman artisan”, memang sah dan tampaknya “dibenarkan” oleh sejarah. Namun bukan berarti itu tak ada risiko yang mengikutinya. Antara lain dari perspektif pasar. Ada sekelompok pencinta seni yang dianggap konservatif yang tetap mengedepankan pemahaman dasarnya bahwa karya seni rupa itu diciptakan sepenuhnya oleh sang seniman bersangkutan, dari hulu hingga hilir, tanpa sentuhan tangan pihak atau alat lain. Inilah yang mulai “berjarak” dengan seniman yang “meminjam tangan”. Sementara yang lain tetap berasumsi bahwa seniman bekerja di tahap gagasan sementara eksekusinya bisa dibantu oleh orang atau alat lain. “Pertarungan” dan gesekan antar-keduanya pasti ada dengan membopong argumentasi dan pengaruh masing-masing.

Kepongahan dan Spirit Kesenimanan

Di antara berbagai problem dalam seni rupa yang menerbitkan cercah keresahan, Masdibyo sesekali sengaja membagi kisah-kisah suksesnya yang bisa jadi tidak banyak dialami oleh pelukis lain, apalagi yang berproses dan bermukim di luar “pusat-pusat” seni rupa Indonesia, seperti Yogyakarta, Bandung, atau Jakarta. Kisah-kisah sukses itu ketika dibaca oleh pihak lain bisa saja ditangkap sebagai ungkapan narsisisme atau semacam kecenderungan psikologis bagi seseorang untuk memuja dan menonjolkan dirinya. Dalam dunia maya khususnya di “blantika” Facebook, gejala narsisisme serupa ini telah sangat lazim. Facebooker men-share deretan album foto yang tengah berpose di antara bintang selebritas, mejeng di landmark tertentu saat piknik di luar negeri, atau mempertontonkan secuil representasi kepemilikan material-properti, dan sebagainya. Semua itu telah menjadi “penyakit kolektif” yang dirayakan bersama-sama. Tidak saja di Indonesia namun Facebooker di setiap sudut dunia yang lain ternyata juga mempraktikkannya.

Masdibyo juga tak luput melakukan narsisisme tersebut. Saya bisa ambilkan 4 status yang pernah di-posting dan saya ambil secara acak:

"Mas, jauh2 dari jakarta cuma untuk lukisannya masdibyo lho,,, Ini tadi kupikir dari bandara ga jauh, ternyata dua jam lebih lho,,, dikasih ya tiga lukisan sekian,,, bajetku cuma ada sekian lho mas,,, plis dong,,,"
"GENGSI AH,, MOSOK SEORANG HENKY KURNIAWAN NAWAR??? GINI AJA DE,,, YANG ADA ITU DITRANSFER SEKARANG,, SISANYA SETELAH LUKISAN KUKIRIM, OK???"
"Tega de Masdibyo,,, kalo bukan karena istri hamil yg minta aku ga belain lho mas,,,"
"NAAAAAAH,, JUSTRU KARENA Si BABY YG MINTA ITU MESTINYA GENGSI DONG,,, BIAR PUTRANYA KELAK PUNYA GENGSI & SELERA YG BAIK".
"gitu ya???"
"YA IYA LAAAAAAAAAH"
"ya udah,, gini aja besok selasa aku transfer, aku dikasih bonus yg item-putih itu, kubawae sekarang ".

hahahahahahahaha,,, akhirnya,,,

(October 29, 2011)

Beli lukisanku 50 juta dicicil 3X.
ketika aku ke rumahnya,
kuliat digarasinya ga ada mobil
kecuali Avanza lama yang dipake,
"yaaaah, orang kecil kan juga boleh punya selera seni yang bagus kan mas???"
...Bilangnya ke aku sambil pandangi lukisan, kakinya
selonjor ke meja, dan kedua tangannya dilipat ke belakang kepalanya.
aku terdiam kagum sambil memandanginya,
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Beginilah penggemar lukisanku
murni dari hati,
bukan dari pasang telinga
lantaran kebohongan yg diciptakan
para kapitalis yg tak pernah
merasa cukup, yang didukung
oleh kurap-kurap penjilatnya.

(January 23, 2012)

"Masdibyo, kalo diajak pameran kolektornya diundang dong,,"
"LHOOO, KALO AKU... MAU IKUT AJAKAN ANDA INI,, TUJUAN SAYA MENJARING KOLEKTOR BARU, KAN PERCUMA AKU IKUT KALO GA NAMBAH ORANG TUA ANGKAT UNTUK KARYA SAYA”.
"yaaa, siapa tau bisa beli karya pelukis yg lain".
"WANI PIRO?? "
hahahahaha,,,,, kamipun tertawa sambil nyruput wedang jahe Semarang sembari nunggu pesawat yg mau bawa dia balik ke Jkt.

(November 28, 2011)

Pesen lukisan sejak tgl 9 Maret 1996, baru kuselesaikan tgl 11 Januari 2012!!!
Hahahahahaha,,,,, ga marah, tapi justru senang ,,, dan uniknya, dinding yg disiapkan untuk lukisanku dibiarkan kosong selama 16 th!!
Begitulah,, kolektorpun ternyata ga kalah gendeng ama pelukisnya,,,
Ketika kutanya:
"Kok ga ngamuk pak??? Juga ga pernah mengingatkan???"
Jawabnya: "Ngapain ngamuk?? Ngapain harus ngingatkan??? Berarti lukisan2 Masdibyo sebelum2nya memang belum pantas jadi koleksi saya,,,"
dancuk!! Cerdas juga jawabnya. Hahahahahahaha,,,,

(January 11, 2012)

Status-status di atas dengan cukup jelas mempertontonkan sebuah relasi psikologis yang karib antara Masdibyo sebagai seniman dan para pencinta seni atau kolektor sebagai apresian atau konsumen karya-karyanya. Pada status pertama secara jelas tertunjukkan bahwa (calon) kolektornya adalah Henky Kurniawan, seorang bintang sinetron muda asal Jawa Timur yang pernah menjalin cinta dengan penyanyi dan pesinetron imut Bunga Citra Lestari (BCL).

Dari narasi singkat itu pembaca, setidaknya saya, bisa menjumput fakta kecil bahwa (1) Ada dugaan bahwa jaringan pasar atas karya-karya lukis Masdibyo cukup meluas dan tidak terkungkung pada lingkup pencinta seni yang selama ini beredar dari galeri ke galeri yang ada di Jakarta atau kota lain. Lalu, (2) Ada praduga bahwa jejaring pasar seni rupa yang banyak bergerak di antara galeri, rumah lelang dang geng-geng kolektor tertentu tampaknya tak banyak berlaku pada diri Masdibyo. Seniman yang pernah menjadi Finalis Kompetisi Philip Morris Art Award tahun 1996 dan Finalis Kompetisi Indofood Art Award tahun 2003 ini sepertinya telah sedikit demi sedikit menciptakan jaringan pasar tersendiri yang berbeda dengan kebanyakan seniman lain yang sangat bergantung dengan galeri komersial.

Fakta itu relatif makin terjelaskan dengan 3 status di bawahnya. Ada kolektor karyanya yang mengoleksi dengan membayar secara angsuran sebanyak 3 kali hingga lunas Rp 50.000.000,-. Status ini seolah memberi pesan bahwa untuk seorang kolektor seni rupa sejati, bukan kolekdol (mengoleksi karya lalu di-dol, dijual kembali saat harga melambung), Masdibyo tak segan-segan melakukan kompromi dalam transaksi, yakni bisa melepas karya dengan cara dikredit. Dengan menjadikan modus transaksional semacam ini sebagai status di Facebook, secara sadar seniman kelahiran Pacitan, 7 September 1962 ini seperti membagi trik-triknya dalam berbisnis karya seni. Kiranya tak banyak seniman bisa dengan terbuka melakukan hal ini, entah karena problem etik bahwa hal ini terlalu personal sifatnya, atau tak mau dibaca oleh orang lain dalam perspektif berbeda, misalnya hal ini sebagai bentuk narsisisme dan kepongahan pribadi. Atau kemungkinan lain bahwa Masdibyo membeberkan fakta-fakta itu karena senyatanya ada, sementara beberapa seniman lain sulit mengungkapkan banyak hal karena belum memiliki fakta yang bisa di-share ke khalayak. Fakta-fakta tentang relasi Masdibyo dalam dunia pengoleksian karya seni rupa tampak tersurat dalam dua status di bawahnya, tentu dengan varian berbeda.

Lone Ranger dan Ketakutan Keledai

Akhirnya, dengan menyimak sekian banyak status yang terpampang di wall Facebook-nya, publik—setidaknya yang menjadi friend dengannya—dapat sedikit banyak mengonstruksi tafsir tentang sosok seniman yang telah menunaikan ibadah haji tahun 2007 ini. Namun demikian konstruksi tersebut bisa dimungkinkan memiliki kelemahan bila diasumsikan sebagai satu-satunya alat baca atas dinamika pemikiran dan gejolak batin Masdibyo. Apalagi kemudian menjadi alat utama untuk memberi kesimpulan karena dalam status Facebook tidak diperoleh pemikiran yang sangat tuntas, namun baru perca-perca serupa sketsa pemikiran semata. Masdibyo sendiri juga nyaris tidak/belum melansir gagasan yang tuntas lewat fasilitas “Notes” yang menjadi salah satu fitur dalam jejaring sosial yang sudah memiliki account pengguna sejumlah 800 juta itu. Namun jelas bahwa status-status itu sama sekali tak bisa diabaikan sebagai sebuah kemungkinan rangkaian fakta-fakta yang ditekstualisasikan secara sederhana.

Salah satu status yang diduga bisa menjadi representasi sosok seniman Masdibyo adalah status yang di-share awal-awal tahun 2012 ini sebagai berikut:

melawan mafia seni rupa
S . E . N . D . I . R . I . A . N
sebab mayoritas perupa negeri ini pada jadi
K . E . L . E . D . A . I
Sementara yg lain pasrah, membiarkan dirinya tumbang oleh ketakutannya sendiri.

(January 6, 2012)

Status ini seperti amarah yang menggumpal terhadap komunitas yang berada di sekitarnya. Namun secara tersirat juga sekaligus dapat dibaca sebagai sebuah ajakan untuk melakukan resistensi terhadap praktik mafia dalam seni rupa di sekitarnya. Saya kurang tahu persis apakah pernah ada rasa sakit hati yang lalu melahirkan kesumat begitu dalam pada diri Masdibyo terhadap pihak lain yang telah merugikannya.

Praktik mafia seperti yang diduga Masdibyo itu bisa jadi yang membuat dirinya gelisah. Mungkin juga marah. Ada dugaan kuatnya politik kesenian yang dimainkan oleh para mafia tersebut kemudian menenggelamkan eksistensi ayah dari tiga putri yang mulai beranjak dewasa ini. Ruang-ruang geraknya terbatas dan dibatasi sehingga upaya unjuk kreativitasnya terkurangi. Dari secuil data bisa diduga mengarah ke sana. Misalnya, dari 37 kali pameran tunggal yang pernah dilakukan oleh Masdibyo dalam rentang waktu 1987-2008 (21 tahun), hanya 5 kali dilakukan di galeri komersial. Selebihnya dihelat di hotel atau venue seni budaya non-komersial. Ini bisa menjadi tengara bahwa jangan-jangan Masdibyo sengaja melakukan resistensi terhadap praktik mafia dalam seni rupa, atau justru telah sejak awal dipinggirkan sehingga tak memiliki ruang mediasi di venue-venue seni yang bertendensi kepada pasar itu.

Namun kalau kemudian dia mampu mengatasi problem itu hingga secara finansial bisa dikayakan oleh hasil kreativtas seni rupanya, maka hal yang perlu diketahui adalah, dalam jaringan kerja seperti apa Masdibyo banyak bergerak? Publik seni rupa tentu sangat paham bahwa dewasa ini seorang seniman selalu bisa memiliki pencapaian ekonomi-finansial yang memadai dan eksistensi personal sebagai seniman kalau dia masuk dalam jejaring kerja yang dibawa oleh galeri komersial atau sejenisnya. Masdibyo tampaknya absen dari hingar-bingar jejaring kerja dan pasar mainstream yang ada di pasar seni rupa Indonesia. Ketika ramai-ramainya booming seni rupa 2006-2008 lalu, bahkan dalam biodata tidak tercatat ada agenda pameran kolektif yang diikutinya. Namun pameran tungalnya di Hotel Nikko, Jakarta tahun 2008 bertajuk "Di atas Langit Ada Langit” dikatakannya telah menangguk kesuksesan besar dalam aspek market. Kalau fakta itu benar, kiranya ini salah satu titik anomali dalam seni rupa di Indonesia. Jejaring kerja dan jejaring pasar telah dibangunnya sendiri dengan modus yang berlainan dengan kebanyakan seniman lain.

Kondisi ini menarik meski kemudian berisiko bagi keberadaan dan eksistensi Masdibyo. Dalam praktik wacana seni rupa, namanya kurang banyak disebut dan terucapkan di altar level atas. Ini bisa jadi cukup meresahkan, bukan karena namanya tak tercatat, namun lebih karena kuatnya cengkeraman para mafia seni yang memungkinkan adanya praktik politisasi seni yang bisa merugikan bangunan seni rupa itu sendiri secara umum dan jangka panjang. Ada kesadaran atas praktik seperti itu, dan Masdibyo seperti berupaya melawan untuk tak menjadi deretan keledai seperti lainnya.

Apakah seniman yang pernah menjadi kandidat Bupati kabupaten Pacitan ini akan tetap bertahan dengan jalan pilihannya menjadi lone ranger yang konsisten membangun citra dirinya? Dengan segala kepongahan, narsisisme dan kelemahannya, kiranya masih ada beberapa nilai lebih dan positif Masdibyo yang bisa dirunut untuk dijadikan cermin bagi para seniman lain untuk berbuat. Benarlah kalimat Thomas Huxley di awal tulisan ini. Ayo, Masdibyo dan seniman lain, bertindaklah, berbuatlah, action-lah untuk dunia yang jadi pilihan hidup dan menghidupimu.


Kutipan dari : KussIndarto
Read more ...

Profil Agus Hadi Sudjiwo (Sudjiwo Tedjo)

Nama asli: Agus Hadi Sudjiwo (Sujiwo Tejo)
Nama panggilan: Sujiwo
Nama Populer: Sujiwo Tejo
TTL: Jember, Jawa Timur, Indonesia, 31 Agustus 1962
Biografi

Agus Hadi Sudjiwo atau populer dengan nama Sudjiwo Tedjo lahir di Jember, Jawa Timur, 31 Agustus 1962. Ia lebih dikenal dengan seorang aktris dan budayawan, meski dirinya juga seorang penyanyi.

Tedjo yang lulusan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), sempat menjadi wartawan di harian Kompas selama delapan tahun. Ia kemudian berubah arah menjadi seorang penulis, pelukis, pemusik dan dalang wayang.


http://3.bp.blogspot.com/-_MkPylWUCg4/T_e7F3zYcQI/AAAAAAAAAZI/51mCUnGcZyo/s1600/Sujiwo-Tejo1.jpg

Karier
1. Album Pada Suatu Ketika (1998)
2. Album Pada Sebuah Ranjang (1999)
3. Album Syair Dunia Maya (2005)
4. Album Yaiyo (2007)
5. Film Telegram (2001)
6. Film Kafir (2002)
7. Film Kanibal - Sumanto (2004)
8. Film Detik Terakhir (2005)
9. Film Janji Joni (2005)
10. Film Kala (2007)
11. Film Hantu Aborsi (2008)
12. Film Barbi3 (2008)
13. Film Kawin Laris (2009)
14. Film Capres (Calo Presiden) (2009)
15. Film Sang Pencerah (2010)
16. sutradara - Bahwa Cinta Itu Ada (2010)
17. Buku Kelakar Madura buat Gus Dur (2001)
18. Buku Dalang Edan (2002)
19. Buku The Sax (2003)
20. Wartawan Harian Kompas (0)
21. Drama Teatrikal KabaretJo (0)
Read more ...

Tutorial Pembuatan Blog

Sebelum membahas mengenai bagaimana cara membuat blog, ada baiknya jika kita mengerti apa itu definisi atau pengertian blog. Jika ditanya mengenai pengertian blog, setiap orang pasti mempunyai jawaban yang berbeda, meskipun jawabannya berbeda, makna dari jawaban mereka pasti tidak jauh berbeda.

Definisi Blog

Menurut RidwanAZ.com, blog adalah sebuah situs website yang memungkinkan penggunanya dapat menuliskan atau memposting berbagai hal sesuai dengan keinginannya dengan mudah, (tanpa harus memiliki pengetahuan html rumit) dan dapat dikomentari oleh pengunjungnya. Dengan urutan tulisan terbalik dimana tulisan terbaru berada di paling atas kemudian diikuti oleh tulisan lama di belakangnya. Pada awalnya blog hanya berisi sebuah catatan pribadi atau diari online pemiliknya, namun dewasa ini topik blog telah berkembang lebih luas sebagai ajang berbagi pengetahuan, seperti pendidikan, kesehatan, teknologi dan lain-lain. Bahkan blog juga telah digunakan untuk sebuah perusahaan sebagai media untuk lebih dekat dengan pelanggan dan mitra bisnisnya. (referensi, wikipedia.com blogger.com)

Cara Membuat Blog

Menurut RidwanAZ.com, ada dua layanan blogging yang telah diakui kehebatannya oleh para blogger di seluruh dunia. Yaitu Blogspot (blogger.com; sebuah layanan yang dimiliki oleh google) dan WordPress.com. Namun karena judul artikel ini adalah cara membuat blog di blogspot, jadi artikel kali ini akan membahas blogspot saja. Bagi kamu yang ingin membaca panduan wordpress silahkan baca di sini.
Untuk selanjutnya silahkan ikuti langkah-langkah cara membuat blog lengkap di berikut ini :
1. Untuk memulai mendaftar blog di blogspot silahkan kunjungi alamat situs  www.blogger.com, setelah itu cari tombol Sign up (daftar) yang ada di pojok kanan atas, seperti gambar di bawah ini
cara membuat blog
2. Setelah tombol sign up diklik, nanti akan muncul aplikasi pendaftaran pembuatan akun gooogle, seperti gambar di bawah ini. Silahkan lengkapi aplikasi tersebut. Gambar di bawah ini merupakan contoh pengisiannya.
Penjelasan pengisian : pada bagian Name, Isi nama  depan dan nama belakang kamu.
Pada Choose your username,  isi sesuai dengan keinginanmu, username ini nantinya berfungsi sebagai email login untuk akses ke dashboard blogspot kamu dan bisa juga untuk login ke Gmail. (jika username tidak tersedia, tambahka angka atau huruf di belakangnya),
Pada Create a Password, isi password kamu (gunakan yang mudah diingat), pada Confirm your password silahkan isi dengan password yang sama dengan password pada kolom pada create a possword tadi.
Pada birth day isi tanggal lahir kamu.  Pada Phone, isi dengan nomor ponsel kamu, untuk Curent your email, dikosongkan saja.  Pada type the two pieces of text, ketikan dua buah teks kode yang ada di atasnya.  Selanjutnya beri tanda centang pada dua kotak kecil di bawahnya, dan yang terakhir Klik pada tombol Next step.
cara membuat blog
3. Setelah kamu klik pada tombol next, akan ditampilkan perintah verifikasi akun, silahkan masukan nomor ponsel kamu. Kemudian klik tombool Send Verifikation Code. Nanti kamu akan mendapat sms dari google yang berisi  kode aktifasi.
cara membuat blog
4.  SMS kode verifikasi dari google ke ponsel kamu akan tampak seperti gambar di bawah ini.
cara membuat blog
5.  Masukkan kode verikasi sms di atas pada kolom yang tampil, seperti gambar di bawah ini. kemudian klik tombol Verify
cara membuat blog
6.  Jika langkah sebelumnya berhasil, kamu akan menjumpai halaman seperti gambar di bawah ini. Untuk menambahkan foto silahkan klik add profile photo,  jika ingin langsung ke langkah selanjutnya silahkan klik tombol Next Step.
cara membuat blog
7.   Selanjutnya akan tampil halaman seperti gambar di bawah ini. Ini merupakan tanda bahwa kamu telah memiliki sebuah akun google  berupa alamat email yang bisa digunakan untuk login ke Gmail.com dan blogger.com, selanjutnya silahkan klik tombol Back to blogger.
cara membuat blog
8. Jika melihat halaman seperti gambar di bawah ini abaikan saja , biar lebih cepat dalam membuat blog. SIlahkan klik tombol lanjutkan ke blogger.
cara membuat blog
9.   Setelah itu kamu akan masuk ke halaman utama Dashboard blogger. Di dashboard ini kamu bisa membuat blog, menulis posting, mengatur tema dan lain-lain.  Untuk membuat blog pertama kali klik tombol Blog Baru.
cara membuat blog
10.  Setelah tombol blog baru diklik, akan muncul  jendela pembuatan blog.  Pada bagian Judul isi  Judul blog kamu, pada bagian Alamat isi dengana alamat blog yang kamu inginkan. Pada template, pilih salah satu template yang kamu inginkan.  Kemudian klik tombol buat blog
cara membuat blog
11. Setelah langkah-langkah di atas, blog kamu sudah berhasil di buat.  Untuk menulis posting silahkan klik tombol Pensil, sedangkan untuk melihat tampilan blog yang masuk kosong (belum ada artikelnya) silahkan klik tombol lihat blog.
cara membuat blog


Mendaftar Blogger dengan Akun Gmail

Jika kamu sudah mempunyai alamat email di Gmail.com, kamu tidak perlu mendaftar dari awal… Kamu dapat  langsung memasukkan alamat email gmail dan password kamu, kemudian klik tombol masuk. Selanjutnya kamu tidak perlu mengisi berbagai macam kolom. Kamu hanya perlu masukkan Nama Tampilan dan alamat situs.

Cara Mengisi Artikel di Blogger pada Tampilan Antarmuka baru

Belum lama ini Blogger meluncurkan tampilan antar muka pada seluruh bagian Dashboard nya. Mulai dari bagian posting artikel, bagian setting, bagian pengaturan template, bagian komentar, dan lain-lain telah berubah semua. Jadi bagi kamu yang secara otomatis diarahkan ke tampilan antar muka yang baru, silahkan simak panduan cara mengisi artikel pada tampilan antar muka  baru di bawah ini ;
1. Berikut ini merupakan gambar tampilan antar muka baru halaman dashboard  blogger. Perhatikan gambar di bawah ini, beberapa tombol penting masih diikut sertakan, hanya saja posisinya dirubah sesuai dengan bentuk tampilan baru.  Jadi untuk masuk ke halaman pengisian artikel pada blogspot,  silahkan klik tombol Orange yang ada gambar pensilnya.
cara mengisi artikel blogspot tampilan antarmuka baru
2. Setelah itu akan tampil halaman posting seperti gambar di bawah ini. Untuk lebih jelasnya silahkan pahami keterangan pada gambar di bawah ini.
cara mengisi posting di blogpot baru
3.  Masukkan judul artikel, isi artikel, dan labelnya pada kolom yang telah disediakan. Sehingga hasilnya seperti contoh di bawah ini. Setelah semua diisi, silahkan klik tombol publikasikan yang berwarna orange.
contoh isian posting blogspot
4.  Setelah kamu klik tombol publikasikan, halaman akan berubah seperti gambar di bawah ini.  Jika muncul seperti gambar di bawah ini, berarti artikel kamu sudah berhasil di posting atau diterbitkan.  Untuk melihat artikel yang telah diterbitkan silahkan klik tombol Lihat.  Sedangkan tombol Edit berfungsi untuk menge edit atau merubah artikel kamu. Lalu untuk tombol Hapus berfungsi untuk menghapus artikel.
posting telah berhasil muncul diterbitkan

Cara Login dan Logout akses dashboard Blogspot.

Jika komputer yang kamu gunakan untuk membuat blog adalah komputer warnet atau laptop pinjaman, sebaiknya sebelum menutup laptop silahkan logout dulu dari Dashboard sebagai antisipasi keamanan akun blogspot kamu.  Cara klik pada tombol di pojok kanan  atas nama profilmu, kemudian klik tombol keluar. perhatikan gambar di bawah ini.
cara logout blogspot
Sedangkan Untuk masuk kembali ke blogspot, caranya hampir sama dengan langkah paling awal tadi. Yaitu kunjungi www.blogger.com, kemudian masukkan email dan password yang telah kamu dapatkan tadi. sebagai contoh lihat gambar di bawah ini.
cara loging akses blogspot

 Cara Mengatur Setting Form Komentar Blogspot

Menurut kami mengatur setting pada form komentar di blogspot ini wajib untuk segera dilakukan. Mengapa ? Karena secara defaul, tampilan antar muka form komentar pada blogspot dibatasi hanya untuk pemilik akun tertentu, misalnya akun blogger, akun wordpress, akun typepad. Sehingga orang lain yang memiliki blog ketika ingin berkomentar pada artikel kita, ia tidak bisa memasukkan alamat situs atau blog mereka. karena di formnya tidak tersedia seperti gambar di bawah ini.
gambar cara seting form komentar blogspot
Berikut ini penjelasan singkat dan mudah bagaiman setting form komentar pada blogspot.
1. Langkah pertama adalah login dulu ke dashboard blogspot milikmu, kemudian masuk ke jendela setelan/setting, dengan cara klik pada tombol segitiga kecil yang ada di sebelah kiri tombol lihat blog, kemudian klik tombol setelan. Perhatikan gambar di bawah ini agar lebih jelas.
gambar cara seting form komentar blogspot
2. Setelah berhasil masuk ke jendela setelan, silahkan klik pada tombol pos dan komentar
gambar cara seting form komentar blogspot
3. Tampilan jendela pos dan komentar akan tampak seperti gambar di bawah ini. Untuk mengatur setting agar orang yang berkomentar dapat mengisikan alamat situs mereka, silahkan klik pada opsi SEMUA ORANG. Agar lebih jelas silahkan perhatikan gambar di bawah ini
gambar cara seting form komentar blogspot
4. Setelah opsi pada SEMUA ORANG diaktifkan, selanjutnya tekan tombol SIMPAN SETELAN yang ada dipojok kanan atas.
gambar cara seting form komentar blogspot
5. Untuk mengetahui hasilnya, silahkan buka salah satu posting artikel pada blogspot kamu, kemudian lihat pada form komentar. Hasilnya akan tampak seperti gambar di bawah ini. Sehingga pengunjung situs kamu bisa meninggalkan komentar lengkap dengan alamat situsnya.
gambar cara seting form komentar blogspot
Read more ...

Saturday, 17 November 2012

Istilah Dalam Dunia Broadcasting


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_ZQd99xw9_1SBMJ9TA6lHPy-ltF505sdLdcG9mv10tsZllt_EpnPWgcUKbE2ezWCRKOGLMKaVzrL313XESv7XrotyGC0sq1iHZLtnszSbNQYGLtB6xuwZzv0dgR51iciT7ByD3ybdZRk/s1600/top-broadcast.jpg

Acting :
Sebuah proses pemahaman dan penciptaan tentang perilaku dan karakter pribadi dari seseorang yang diperankan
Adegan yang ditambahkan kedalam konsep asli, biasanya diambil setelah film diselesaikan
Seseorang yang dipekerjakan oleh satu atau lebih talent agency atau serikat pekerja untuk mewakili keanggotaan mereka dalam berbegosiasi kontrak individual yang termasuk gaji, kondisi kerja, dan keuntungan khusus yangtidak termasuk dalam standard guilds atau kontrak serikat kerja. Orang ini diharapkan oleh para aktor/aktris untuk mencarikan mereka pekerjaan dan membangun karir mereka
Lensa yang digunakan dalam fotografi untuk memperkecil gambar widescreen ke ukuran 35mm. Proses ini dibalik ketika memproyeksikan hasil akhir film, memunculkan gambar kembali ke ukuran normal pada layarlebar.
Married Print pertama dari film yang dibuat oleh lab pemroses film, dan kemudian akan digunakan untuk menetapkan standar kualitas film yang akan diedarkan kepada publik.
Digunakan untuk meninggikan seorang aktor/aktris serta suatu obyek sesuai dengan ketinggian yang tepat untuk pengambilan gambar.
Bagian artistik. Bertanggung jawab terhadap perancang set film. Seringkali bertanggung jawab untuk keseluruhan desain priduksi. Tugasnya biasanya dilaksanakan dengan kerjasama yang erat dengan sutradara.
Perbandingan antara lebar dan tinggi bingkai gambar (frame)
Rasio untuk tayangan televisi adalah 1,33:1 yang artinya lebar frame yang muncul di televisi adalah 1,33 kali dari tinggi.
Seorang asisten sutradara film yang memperhatikan administrasi, hal yang penting sehingga departemen produksi selalumengetahui perkembangan terbaru proses pengambilan film. Ia bertanggung jawab akan kehadiran aktor/aktris pada saat dan tempat yang tepat, dan juga untuk melaksanakan instruksi sutradara.
Pengambilan gambar tanpa tambahan cahaya buatan manusia
Sebutan untuk perangkat yang menggunakan unsur suara dan gambar
Pengarah artistik dari sebuah produksi
Seorang yang membantu produser dalam menjalankan tugasnya
Proses penyatuan dan penyelarasan suara dari berbagai macam jenis dan bentuk suara.
Sudut pengambilan gambar
Sebutan bagi seorang yang berprofesi sebagai pembuat animasi
Efek suara
Suara natural dari obyek gambar
Sebutan untuk seseorang yang bekerja dalam industri penyiaran
Latar belakang
Pintu berengsel yang dipasangkan di depan lampu studio yang dapat dibuka atau ditutup untuk memunculkan cahaya pada area tertentu di set.
Bungkus kain pada pelindung yang dapat dipakaikan pada kamera film atau blimped kamera film, untuk mengurangi siara mekanisme. Ada juga heated barney yang digunakan dalam suhu dingin.
Asisten Gaffer atau asisten Key Grip.
Selongsong senapan atau pistol yang berisi peluru buatan untuk menggantikan peluru yang sesungguhnya. Blank dipergunakan dalam film untuk mencegah terjadinya kecelakaan, walaupun sesungguhnya peluru kosong itu sendiri masih berbahaya jika ditembakan dan mengenai orang dalam jarak dekat.
Ruangan kedap suara yang mengelilingi kamera film untuk mencekah ikutn terekamnya bunyi mekanisme kamera kedalam alat perekam suara.
Perbesaran ukuran film dari 16mm ke 35mm yang dilakukan di laboratorium untuk diputar di bioskop. Istilah ini juga dipergunakan dalam fotografi untuk memperbesar foto guna keperluan display atau promosi.
Digunakan untuk menunjang hand held camera di lapangan.
Individu yang mengoperasikan mikrofon boom.
Operator proyektor film. Orang yang bekerja dalam ruang proyeksi.
Sebuah set atau hand property, misalnya botol atau kursi yang dirancang untuk rusak dengan cara-cara tertentu sesuai aba-aba.
Biasanya merujuk pada jumlah spesifik rincian pengeluaran dalam sebuah produksi film. Dapat juga berarti pengaturan atau perencanaan berbagai adegan beserta urutan pengambilannya.
Pengeluaran keseluruhan dari produksi film.
Penempatan obyek yang sesuai dengan kebutuhan gambar
Adegan perantara di antara adegan-adegan lainnya
Penempatan lampu dasar dari sudut belakang obyek
Penentuan gambar yang sesuai dengan naskah atau urutan acara
Penanda bahwa program acara tv dimulai kembali setelah iklan
Penanda bahwa program acara tv akan berhenti sejenak untuk iklan
Waktu yang diharapkan dari seorang individu anggota staf perusahaan, pemain, atau kru untuk berada di set. Jadwal biasanya didaftarkan pada call sheet yang menjadi tanggung jawab asisten sutradara dan manajer produksi.
Sistem perangkat mekanik atau elektronik yang mengontrol pergerakan dari film yang belum diekspos di belakang lensa dan shutter dan yang menentukan gambar serta tingkatan cahaya yang masuk kedalam film. Mekanisme ini mungkin memiliki kontrol kecepatan.
Tempat kamera yang dapat berpindah, biasanya berukuran besar, tempat kamera dapat diproyeksikan keluar set dan atau dinaikan di atasnya.
Bertanggung jawab untuk memperoleh dan merawat semua peralatan kamera yang dibutuhkan untuk memfilmkan sebuah motion picture. Juga bertanggung jawab untuk penanganan film, pengisian film, dan berhubungan dengan laboratorium pemrosesan.
- First Cameraman sering disebut sebagai Penata Fotografi (Director of Photography) atau kepala kameramen, bertanggung jawab terhadap pergerakan dan penempatan kamera dan juga pencahayaan dalam suatu adegan. Kecuali dalam unit produksi yang kecil, Penata Fotografi tidak melakukan pengoperasian kamera selama syuting yang sesungguhnya.
- Second Cameraman sering disebut sebagai asisten kameramen atau operator kamera, bertindak sesuai instruksi dari kameramen utama dan melakukan penyesuaian pada kamera atau mengoperasikan kamera selama syuting.
- First Assistant Cameramen sering disebut Kepala Asisten untuk pada operator kamera. Seringkali bertanggung jawab untuk mengatur fokus kamera (untuk kamera film)
- Second Assistant Cameraman , menjadi asisten operator kamera.
Bunyi Kamera. panggilan dari bagian tata suara (Sound Departement) di set untuk mereangkan bahwa ia menerima bunyi dari kamera sehingga harus digunakan kamera lain, melakukan perbaikan kamera atau diperlukan penghalusan tambahan terhadap kamera dengan menggunakan barney atau selimut.
Salinan yang disimpan dalam tiap magazine film tempat asisten kameramen mencatat panjang pengambilan tiap adegan, nomer adegan, dan perintah untuk mencetak atau tidak. Laporan kamera diberikan ke laboratorium proses, bagian kamera, dan bagian produksi.
Petunjuk bagi seorang aktor/aktris untuk berputar atau bergerak. Petunjuk ini berdasarkan sudut pandang sutradara atau kamera dan dibalik sesuai dengan keadaan aktor. Ketika menghadap lensa maka bagian kanan aktor adalah bagian kiri kamera dan juga sebaliknya.
Lintasan Kamera yang terbuat dari metal atau lembaran kayu lapis ukuran 4 x 8 yang diletakkan dilantai untuk membawa dolly atau camera boom. Lintasan digunakan untuk menjamin kehalusan gerakan kamera.
Tempat/wadah untuk film.
Musik yang belum ditulis untuk film tertentu namun telah direkam dan dikatalogkan menurut gayanya dalam perpustakaan sehingga dapat dibeli dan dipergunakan.
Orang yang memimpin pemilihan dan pengontrakan aktor/aktris untuk memenuhi bagian yang dibutuhkan dalam sebuah naskah.
Digunakan untuk menahan berbagai jenis bendera yang diperlukan untuk mengurangi intensitas cahaya atau untuk menghalangi sejumlah cahaya tertentu. Juga digunakan untuk menahan atau mendukung ranting daun atau efek lain yang berhubungan dengan pencahayaan.
Tas kedap cahaya dengan ritsleting ganda tempat magazines film dapat diletakkan untuk memindahkan film yang telah diekspose dan mengisi ulang magazine. Juga dibuat sehingga memungkinkan asisten kamera memasukkan tangan dan lengannya tanpa membiarkan film terkena cahaya. Biasanya digunakan jauh dari studio kaerna di studio, magazine diisi ulang diruang gelap di bagian kamera.
Pada saat-saat tertentu seorang aktor/aktris bermain karakter, biasanya istilah ini merujuk pada aktor/aktris yang paling sesuai secara fisik untuk peran-peran selain pemain utama romantis, peran remaja atau peran sederhana.
Merujuk pada Motion Picture. Berasal dari kata Yunani Kinema yang berarti gambar.
Nama dagang untuk tujuan pemrosesan fotografi dan proyeksi yang mengikutsertakan kamera dengan lensa anamorfik atau proyektor dan ayar berlekuk ekstra panjang. Memungkinkan proyeksi dari gambar yang jauh lebih besar dari ukuran biasanya. Banyak film epic dibuat dalam Cinema Scope karena pengaruh dari ukuran terhadap penonton.
Cinematographer (Sinematografer) :
Penata Fotografi. Orang yang melaksanakan aspek teknis dari pencahayaan dan fotografi adegan. Sinematografer yang kreatif juga akan membantu sutradara dalam memilih sudut, penyusunan, dan rasa dari pencahayaan dan kamera.

Cinematographer (Sinematografer) :
Penata Fotografi. Orang yang melaksanakan aspek teknis dari pencahayaan dan fotografi adegan. Sinematografer yang kreatif juga akan membantu sutradara dalam memilih sudut, penyusunan, dan rasa dari pencahayaan dan kamera.
Nama dagang untuk unit lokasi pembuatan film yang lengkap dan dapt berpindah-pindah, membawa peralatan dan petugasnya dan memiliki banyak ukuran mulai dari van peralatan kecil sampai dengan bus besar.
Sepasang papan berengsel yang diketukkan saat syuting dialog ketika kamera gambar dan alat rekam suara berputar dalam kecepatan yang sinkron. frame pertama ketika papan bersentuhan kemudian disinkronkan dalam ruang pemotongan dengan bunyi “bang”, memantapkan sync antara alur suara dan alur gambar. Pada banyak tipe sistem penanda elektronik dipasangkan sisi kamera.
Commercial :
Iklan. Film pendek yang umumnya berdurasi 60, 30, atau 15 detik yang dibuat khusus untuk menjual suatu produk.

Commercial :
Iklan. Film pendek yang umumnya berdurasi 60, 30, atau 15 detik yang dibuat khusus untuk menjual suatu produk.
Film yang telah diedit termasuk semua gambar, suara, dan musik yang telah dicetak ke dalam sebuah film.
Alat bantu penglihatan terbuat dari kaca berwarna gelap berbentuk seperti monacle yang dipakaikan ke salah satu mata Penata Fotografi selama pencahayaan set untuk memeriksa tingkatan kontras dari pencahayaan tersebut.
Dapat berupa kain dengan bingkai kawat atau lembaran kayu lapis atau plastik yang diberi pola daun ranting atau bunga untukmemunculkan bayangan pada permukaan datar. kadang buram atau tembus cahaya seperi sebuah scrim. berasal dari bahasa Yunani kukaloris yang berarti memecah cahaya.
Copter kamera untuk penggunaan dalam pengambilan gambar aerial helikopter yang berfungsi menjaga kamera dari vibrasi helikopter. Nama dagangnya adalah Tyler Mount.
Orang yang merancang dan memastikan produksi kostum secara sementara maupun permanen untuk sebuah film.
Keseluruhan koleksi hasil pengambilan gambar individual, sudut, dan set yang terdiri dari segala kebutuhan film untuk membuat sebuah cerita lengkap.
Set yang digunakan untuk syuting bila adegan eksterior yang diusahakan ternyata terganggu oleh kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Bagian dari pengambilan film untuk menyediakan materi transisi dari satu bagian adegan ke bagian adegan lain dalam sebuah adegan yang sama. Bisa juga digunakan sebagai gamabr tambahan atau cadangan kalau perekaman pertama tidak berhasil. Juga disebut sebagai “insurance”.
Tanda bagi aktor/aktris dalam film untuk memunculkan bagiannya dalam dialog atau tindakan. Isyarat ini dapat berupa tindakan aktor/aktris lainnya, bagian akhir dari sebuah dialog, tanda dari sutradara atau isyarat cahaya.
Bola lampu kecil yang dapat dinyalakan atau dimatikan oleh sutradara atau asisten sutradara dan diletakkan diluar jangkauan pandang kamera tetapi dalam jangkauan pandang aktor untuk memberi isyarat. Isyarat cahaya ini menghindari isyarat secara verbal yang dimunculkan oleh aktor.
Perintah dari sutadara agar adegan diberhentikan namun aktor/aktris tetap berada dalam posisinya. Sutradara mungkin ingin memeriksa pencahayaan, posisi, atau mengatur adegan lain yang saling bersinggungan.
Mengubah gambar dalam film secara cepat dari adegan saat ini ke adegan lain yang telah dilihat sebelumnya. Pemotongan ini Dilakukan tanpa ada transisi.
Menggunakan sebuah tindakan besar dari seorang aktor/aktris sebagai titik untuk masuk lebih dekat atau lebih jauh dari orang tersebut.
Tempat peralatan seorang editor film berada, misalnya moviola dan lain sebagainya dan tempat film akan digabungkan sesuai cerita yang berkesinambungan. Ruang ini biasanya ada dalam sebuah studio namun dapat saja berada pada lokasi tersendiri dan terpisah dari daerah studio.
Secara cepat mengubah gambar dalam film dari adegan masa kini ke adegan lainnya tanpa adanya transisi.
Urutan nama-nama tim produksi dan pendukung acara
Sebuah metode elektronis yang melakukan penggabungan antara
gambar video yang satu dengan gambar video lainnya dimana dalam
prosesnya digunakan teknik Key Colour yang dapat diubah sesuai
kebutuhan foreground dan background
Teknik pemotongan gambar berdasarkan tempo
Sebutan bagi adegan atau gambar yang akan mengundang rasa ingin
tahu penonton tentang kelanjutan acara, namun harus ditunda karena
ada jeda iklan komersial
Pemotongan gambar
Proses pemotongan gambar
Penempatan posisi kamera yang sesuai dengan kebutuhan gambar
Sebutan bagi penggunaan headset audio yang dihubungkan dengan
Master Control
Saluran
Gambar yang direkam melalui kamera yang tidak beraturan
Komposisi
Kesinambungan
Penempatan posisi obyek secara silang sesuai dengan kebutuhan
Alat khusus/katrol untuk kamera dan penata kamera yang dapat
bergerak keatas dan kebawah
Mikrofon khusus yang dipasang pada obyek tanpa terlihat
Proses pemilihan pemain sesuai dengan karakter dan peran yang
akan diberikan
Pengambilan gambar dari jarak dekat
Hasil cetakan positif, dikirimkan setiap hari dari laboratorium berasal dari negatif film yang dipergunakan di hari sebelumnya.
Area tempat berbagai benda yang diletakkan dengan berbagai ukuran jarak di depan lensa akan tetap memperoleh fokus yang tajam.
Orang dalam set yang bertanggung jawab membantu para aktor/aktris dalam mempelajari kalimat mereka selama pembuatan film. Mungkin juga membantu pengaturan dialog saat pre-syuting.
Potongan materi difusi diletakkan di depan lampu studio untuk memperhalus.
Orang yang mengontrol tindakan dan dialog di depan kamera dan bertanggung jawab untuk merealisasikan apa yang dimaksud oleh naskah dan produser.
Film yang menyajikan cerita nyata, dilakukan pada lokasi yang sesungguhnya. Juga sebuah gaya dalam memfilmkan dengan efek realitas yang diciptakan dengan cara penggunaan kamera, sound, dan lokasi.
Kendaraan/alat beroda untuk membawa kamera dan operator kamera selama pengambilan gambar. Dolly biasanya dapat didorong dan diarahkan oleh satu orang yang disebut Dolly Grip.
Pergerakan kamera selama pengambilan gambar dengan menggunakan kendaraan/alat beroda yang mengakomodasikan kamera dan operator kamera. Kadang disebut juga tracking atau trucking.
Bisa diartikan pemain tambahan yang menggantikan aktor/aktris selama pengaturan cahaya atau dapat berarti stunt yang menggantikan aktor/aktris dalam adegan berbahaya.
Perintah untuk menempatkan banyak benda (misal lampu, asbak, bunga, atau lukisan) di set untuk memunculkan realitas.
Ketika seorang aktor/aktris hampir tidak disadari bergerak keluar dari posisinya. Dapat juga berupa petunjuk untuk menghilang dengan suatu cara tertentu, dengan arti melakukan perlahan dan bertahap.
Pemutaran lebih dari satu bagian peran seorang aktor/aktris dalam sebuah film yang sama.
Perekaman suara manusia secara sinkron dengan gambar film. Suaranya mungkin atau mungkin tidak berasal dari aktor/aktris yang sesungguhnya serta bisa juga bahasa yang digunakan ketika film tersebut dibuat.
Dubbing biasanya diselesaikan dengan menggunakan Film Loops – bagian pendek dari sebuah gambar beserta dialognya dalam bentuk married print. Aktor/aktris menggunakan gambar dan soundtrack playback sebagai panduan untuk mensinkronkan gerakan bibir dalam gambar dengan perekaman suara terbaru. Umumnya digunakan untuk memperbaiki perekaman asli yang buruk., performa artistik yang tidak dapat diterima atau kemungkinan kesalahan dalam dialognya. Juga digunakan untuk perekaman lagu dan versi bahasa lain setelah proses pemfilman.
Sebuah penyemprot aerosol yang menyisakan lapisan yang tidak mengkilat pada permukaan apapun dan tidak mengakibatkan penyilauan pada lensa kamera.
Waktu yang diberikan atau dijalankan
Digunakan untuk mengontrol naik turunnya intensitas cahaya
Teknik penumpukan gambar pada editing maupun syuting multi kamera
Area dimana seluruh obyek yang duterima oleh lensa dan kamera
muncul dengan fokus yang tepat. Biasanya hal ini dipengaruhi oleh
jarak antara obyek dan kamera, focal length dari lensa dan f-stop
Emosi gambar secara dramatis
Proses pemotongan gambar
Sebutan bagi seseorang yang berprofesi sebagai ahli pemotongan
gambar video dan audio.
Divisi dimana semua potongan film yang telah dihasilkan digabungkan sehingga membentuk urutan yang koheren, kadang dengan bantuan asisten sutradara atau produser.
Bertanggung jawab terhadap penjagaan dan penyediaan segala alat elektrik. (misalnya: lampu, kabel, dan lain sebagainya) untuk kebutuhan film.
Orang yang bertanggung jawab terhadap penempatan dan penyesuaian cahaya serta menyediakan listrik sesuai kebutuhan tiap alat.
Kontrak yang menyatakan bahwa seseorang dapat bekerja hanya untuk orang atau perusahaan tertentu yang mengontraknya.
- Orang atau perusahaan yang memiliki bioskop atau drive-in atau rantai lain yang memungkinkan ditontonnya sebuah film.
- Teater atau drive-in yang mempertunjukkan sebuah film.
Bahan baku film yang telah dipakai untuk merekam gambar. Kata “exposed” wajib dicantumkan pada setiap can film yang telah dipakai.
Eksterior. Bagian manapun dari film yang direkam di luar ruangan; jalanan kota, stadium, gurun, hutan, atau puncak gunung, beberapa lokasi dapat dibuat ulang di sounstage studio namun tetap dinamakan eksterior dalam naskah.
Orang yang dipekerjakan sebagai pemain latar, misalnya sebagai salah satu orang dalam kerumunan dalam adegan di jalan.
Sebutan dalam pengerjaan dan pembagian kerja dalam masalah
teknis penyiaran
Gambar yang natural dan wajar
Extreme Close Up :
Pengambilan gambar dari jarak dekat

Extreme Close Up :
Pengambilan gambar dari jarak dekat
Efek berupa gamabr yang perlahan hilang dan menjadi gelap (fade out) atau gambar yang muncul dari kegelapan (fade in). Digunakan untuk menekankan berlalunya waktu atau akhir dari adegan atau cerita.
Gerakan yang tidak terencana oleh aktor/aktris sebelum melakukan gerakan yang telah direncanakan. False Move yang dilakukan aktor dapat memunculkan masalah dengan mengatur Dolly Grip untuk bergerak bersama dolly dan kamera karena ia berpikir bahwa gerakan aktor adalah isyarat untuk menggerakan kamera.
Melakukan pemfilman dengan kecepatan dibawah standar kemudian memproyeksikan dengan kecepatan standar untuk membuat tindakan terlihat lebih cepat dari normal. Juga menciptakan efek masa lalu dan film bisu.
Peran yang tidak terlalu penting untuk seorang bintang, tapi cukup besar untuk memunculkan perhatian khusus. Biasanya dilakukan oleh aktor/aktris yang telah dikenal baik oleh penonton. Saat ini lebih dikenal dengan Cameo.
Biasanya sudut kamera atau pengambilan gamabr ketika dua orang aktor/aktris saling berhadapan, berbagi lensa dengan adil. Juga disebut sebagai a two shot atau a two.
Set pencahayaan umum yang digunakan untuk memperhalus kontras dari key lighting.
Media untuk merekam gambar yang menggunakan selluloid sebagai bahan dasarnya. Memiliki berbagai macam ukuran lebar pita seperti 16mm dan 35mm.
Bagian pendek dari sebuah film.
Pengisi Film. Anggota tim kamera kadang adalah asisten kameramen yang mengisi film yang belum diekspose ke dalam magazine dan mengeluarkan film yang telah diekspose ke dalam can.
Pertama kali sebuah film dilepas ke bioskop untuk ditonton. Saat ini lebih dikenal dengan premiere.
Sebuah tiang ringan yang dapat digenggam dan dapat dipindahkan untuk digunakan meletakkan mikrofon di lokasi yang sulit selama pemfilman.
Miniatur Gobo dari kayu lapis atau kain pada bingkai metal yang diletakkan pada century stand.
Ketika suatu obyek atau cahaya dari set memantulkan cahaya yang tidak diinginkan scara langsung pada lensa.
Bagian dari cerita film yang mengisahkan waktu periode awal, tergantung dari cerita.
Ketika aktor/aktris melakukan kesalahan dalam pengucapan dialog – flubbed his line
Landasan pada tripod kamera yang memberikan gerakan halus untuk kamera melalui penggunaan flywheel yang diletakkan dalam wadah berisi minyak dalam landasan itu sendiri.
Penyelarasan gambar secara detail, tajam, dan jernih hingga mendekati
obyek aslinya
Menggunakan cairan khusus sehingga fog maker dapat memunculkan efek kabut, asap, efek kabur (blur), dan kelembaban. Dengan menggunakan cairan jenis lain maka dapat digunakan untuk menghilangkan kabur yang tidak diinginkan. Alat ini dapat berukuran kecil, mesin yang dapat digenggam atau mesin besar yang diletakkan di kereta.
Perubahan fokus kamera selama adegan untuk mempertahankan fokus pada aktor/aktris yang bergerak mendekati atau menjahui kamera. Biasanya menjadi tugas first assistant cameraman.
Follow Shots :
Pengambilan gambar dengan kamera bergerak memutar untuk mengikuti pergerakan pemeran dalam adegan.

Follow Shots :
Pengambilan gambar dengan kamera bergerak memutar untuk mengikuti pergerakan pemeran dalam adegan.
Proses pemotongan gambar secara menyeluruh
Seseorang yang bertanggungjawab membantu mengkomunikasikan
keinginan sutradara dari master control ke studio produksi
Gambar-gambar yang tersedia dan dapat digunakan
Alat penghitung yang berada pada kamera untuk tetap dapat mengikuti jumlah film yang telah diekspose.
Sebuah set yang memiliki 4 dinding bukan 3 seperti biasanya. Keempat dinding menutup area aksi secara sempurna namun mungkin dapat dipindahkan untuk memungkinkan pergerakan cahaya dan kamera selama melakukan pengambilan gambar.
- Suatu gambar dari banyak gambar pada gulungan film yang telah diekspose, ukuran frame bervariasi sesuai format yang akan diambil gambarnya.
- Menyesuaikan kamera dan lensa sehingga gambar yang akan diambil memiliki batasan yang diinginkan.
Sebuah film 35mm berputar dalam kamera dengan kecepatan normal menghasilkan 24 frame perdetiknya sehingga bila banyak frame yang diputar tiap detiknya aksi dari subyek akan diperlambat ketika diproyeksikan dalam kecepatan normal. Bila lebih sedikit dari 24 frame yang diputar maka aksi tampat dipercepat bila diproyeksikan dengan kecepatan normal.
Orang yang tidak terikat kontrak dengan produser atau perusahaan manapun.
Perintah bagi aktor/aktris untuk menghentikan aksi namun mempertahankan posisinya. Dalam film yang aktor/aktris atau obyek lain muncul dengan tiba-tiba misalnya “pop in” pada layar maka aktor/aktris dalam adegan akan diminta untuk diam. Orang atau obyek kemudian ditempatkan di posisinya kemudian perintah untuk “action” diberikan dan adegan dilanjutkan. Dalam pemotongan film di bagian tengah dari masuknya aktor/aktris atau penempatan obyek akan dihilangkan.
Pemimpin electrician yang bertanggung jawab di bawah Director of Photography mengenai pencahayaan set.
Unit dimana kamera dipasangkan yang dapat dihubungkan pada dolly atau crane dan panned (gerakan secara horisontal) atau tilted (gerakan secara vertikal) memungkinkan kamera untuk mengikuti gerakan.
Truk generator yang digunakan untuk menyediakan tenaga listrik ketika unit film berada di lokasi atau tambahan penyediaan tenaga di studio. Juga disebut sebagai genset.
Layar kayu yang dicat hitam. Digunakan untuk menghalangi cahaya dari sati atau lebih pencahayaan lampu studio, suatu set peralatan yang digunakan untuk mecegah jatuhnya cahaya yang tidak diinginkan ke lensa kamera atau area set. Biasanya diletakkan pada sanggahan yang dapat disesuaikan. Gobo tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran.
Bertanggungjawab untuk menyediakan pepohonan, semak, bunga, rumput, dan benda-benda hidup lainnya baik yang asli maupun buatan.
Orang yang berwenang memindahkan dan mengatur trek atau jalannya kamera – apapun yang membutuhkan cengkeraman yang kuat – di set.
Rantai ringan yang digunakan untuk berbagai keperluan yang dilakukan oleh bagian grip. pada set biasanya digunakan pada sekitar kaki kursi atau sofa yang ditempati pemain untuk mencegahnya bergerak.
Hairdresser :
Spesialis penata rambut untuk film. Seorang hairdresser mungkin bekerja dengan penata rambut laki-laki maupun perempuan.

Hairdresser :
Spesialis penata rambut untuk film. Seorang hairdresser mungkin bekerja dengan penata rambut laki-laki maupun perempuan.
Bertanggungjawab atas kebutuhan rambut asli maupun wig untuk para aktor dan aktris.
biasanya diberikan oleh sutradara atau asistennya untuk menunjukan waktu masuk seorang aktor/aktris atau bagian khusus dari suatu adegan.
Mengambil gambar dengan kamera ringan seperti handycam, jenis yang dapat ditahan oleh operator kamera dengan tangannya selagi mengambil gambar, berlawanan dengan meletakkannya pada gear head atau tripod. Memberikan fleksibilitas yang lebih. Teknik penggunaan kamera dengan tangan tanpa tripod
Ruangan bagian atas suatu obyek dalam gambar dengan bagian atas frame.
Tripod logam kecil dengan ketinggian tertentu yang dapat dipasangkan ke lantai untuk mempertahankan posisinya. Digunakan untuk menahan kamera saat pengambilan gambar dengan sudut rendah.
Hot Set : 

Hot Set : 
Hot Spot :
Area dalam set yang memiliki pencahayaan yang sangat terang.

Hunting Location : 

Hot Spot :
Area dalam set yang memiliki pencahayaan yang sangat terang.
Hunting Location : 

Hunting Location : 
untuk syuting.
Kartu besar tempat dialog dituliskan untuk aktor yang tidak dapat mengingat kalimatnya. Dapat juga berarti sebuah bagian mesin elektronik yang mahal disebut Tele-Prompter, dimana sebuah gulungan kertas ditempatkan di depan atau dekat dengan kamera dan dituliskan dialognya dengan huruf yang besar sehingga mudah untuk dibaca. Bisa juga disebut dengan Cue cards.
Seseorang yang membuat film tanpa dipekerjakan oleh sebuah studio besar.
Suatu obyek biasanya yang dicetak seperti surat kabar atau sebuah jam, dan dimasukkan ke dalam rangkaian untuk menjelaskan tindakan.
Interior. Bagian dari film yang diambil didalam ruangan. Interior dapat berupa set yang dibentuk di studio atau diluar studio. Lebih dikenal sekarang ini sebagai location interiors.
Mengubah urutan tindakan dari belakang ke depan dari sebuah adegan ke adegan lain, biasanya dilakukan dengan kecepatan cukup tinggi.
Iris :
bagian yang terbuka dari sebuah lensa atau bagian belakang yang mengatur masuknya cahaya kdalam film. ukuran Iris dapat dikontrol oleh operator kamera.

Iris :
bagian yang terbuka dari sebuah lensa atau bagian belakang yang mengatur masuknya cahaya kdalam film. ukuran Iris dapat dikontrol oleh operator kamera.
Gelatin atau materi plastik berwarna yang digunakan di depan sebuah lampu untuk mengubah warna cahaya dari lampu tersebut. Bisa juga disebut dengan Gel.
Proses pengambilan gambar secara tidak berurutan
Katrol kamera otomatis yang digerakan dengan remote
Key Grip :
Orang yang memimpin para pekerja grip.

Key Grip :
Orang yang memimpin para pekerja grip.
Cahaya utama yang digunakan untuk menerangi subyek tertentu.
Secara umum disebut sebagai suatu tempat untuk memproses exposed film pada tahap akhir.
Konstruksi dari berbagai macam potongan kaca yang dipasang sesuai kebutuhan dan dimasukkan kedalam tube metal. Beberapa jenis lensa bersifat tetap dalam arti tidak dapat diubah-ubah panjangnya.
Light Meter :
Instrumen kecil dan dapat dipegang dengan tangan yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya.

Light Meter :
Instrumen kecil dan dapat dipegang dengan tangan yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya.
Membatasi adegan. Operator kamera atau sutradara mengatur penempatan kamera sehingga mencakup ruang pengelihatan yang diinginkan. Dapat juga berarti framing.
Melakukan pengambilan gambar pada area atau set yang tidak dapat dijelaskan sebagai suatu lokasi khusus. Dapat digunakan untuk adegan close-up, insert, dan lain sebagainya.
Sesi perekaman saat seoarang aktor/aktris menyesuaikan suaranya dengan gerakan bibir dari gambar.
Bertanggung jawab untuk mendapatkan lokasi khusus yang dibutuhkan untuk syuting film serta membuat penagturan agar seluruh kru dan peralatan dapat mencapai lokasi tersebut.
Istilah yang relatif digunakan untuk menggambarkan lensa yang lebih panjang dari ukuran fokus normal (telephoto) dan memberikan perbesaran image.
Arah khusus yang diminta pada aktor/aktris untuk menagrahkan matanya dengan tujuan untuk menyesuaikan tindakan pada gambar sebelumnya. Bisa juga untuk mengindikasikan lokasi seseorang atau benda yang tidak ada dalam gambar, misalnya diluar kamera.
Gambar direkam dari jarak jauh. Biasanya digunakan dengan cara
pengambilan gambar dari sudut panjang dan lebar.
Wadah film yang membentuk bagian dari suatu kamera atau proyektor. Magazine bersifat tahan 
Alat perekam pita magnetik.
Waktu untuk aktor/aktris berada pada bagian make-up atau ruang rias sebelum dimulainya syuting.
bagian yang bertanggung jawab terhadap penampilan aktor/aktris agar sesuai dengan kebutuhan skenario pada saat syuting.
Perintah terhadap asisten kamera untuk melepaskan clapper stick pada slate board untuk memberikan tanda suara pada adegan ketika kamera sedang berjalan pada kecepatan fotografi.
Digunakan untuk memberikan referensi pada aktor/aktris atau dolly mengenai posisi tertentu dalam suatu adegan. Tanda ini dapat dibuat ditanah atau lantai dengan menggunakan kapur, kertas perekat, tees atau segitiga dari kayu serta metal.
Gabungan antara track gambar dan suara setelah film tersebut selesai diedit. Istilah ini tidak dikenal dalam produksi dengan menggunakan format video.
Menghasilkan ulang suatu tindakan yang dilakukan dalam adegan lain sehingga keduanya dapat dipotong sehingga menghasilkan posisi yg dapat disesuaikan.
Penyesuaian adegan dalam film seperi masuk dari kiri ke kanan sehingga orang atau alat transportasi dalam film tidak memiliki arah yang terbalik ketika pengambilan gambar lain dimasukkan.
Sebuah cut-out atau penutup sebagian yang diletakkan didepan lensa untuk mencegah ekspose dari bagian film. Misalnya sepasang kembar identik sedang berbicara, padahal hanya satu aktor/aktris yang memerankan peran tersebut.
Sebuah frame yang dipasang didepan lensa kamera dan didesain untuk menahan matte kamera yang digunakan pada suatu efek khusus. Matte Box biasanya dikombinasikan dengan sunshade.
Measuring Tape :
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur jarak dari lensa ke subyek dengan tujuan untuk menentukan fokus secara tepat.

Measuring Tape :
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur jarak dari lensa ke subyek dengan tujuan untuk menentukan fokus secara tepat.
Munculnya bayangan dari mikrofon pada bagian set yang masuk pada area pandang kamera. Bila muncul pada gambar maka it’s a no-no (gambar tidak terpakai)
Tiruan suatu benda yang dibuat seperti asli tapi hanya berupa bagian tertentu saja menurut kebutuhan.
Montage :
Urutan gambar yang mengalir, menyatu, atau kadang dipotong dari yang satu ke yang lainnya. Digunakan untuk memperlihatkan peningkatan atau pembalikan waktu terhadap perubahan lokasi.

Montage :
Urutan gambar yang mengalir, menyatu, atau kadang dipotong dari yang satu ke yang lainnya. Digunakan untuk memperlihatkan peningkatan atau pembalikan waktu terhadap perubahan lokasi.
Porsi gamabr dari sebuah adegan yang diambil tanpa merekam suaranya. Inisial ini awalnya muncul dari sutradara Eropa yang tidak dapat mengucapkan WS dan mengatakan Mit Out Sound.
Teknik pengambilan gambar dari obyek yang bergerak.
Bertanggungjawab dalam pengaturan atau menyediakan musik yang akan digunakan dalam film.
Perangkat teknis utama penyiaran untuk mengontrol proses distribusi audio dan video dari berbagai input pada suatu produksi acara
Pengambilan gambar dari jarak yang cukup dekat
Gambar diambil dari jarak yang panjang dan jauh
Pengambilan gambar dari jarak sedang
Gambar pilihan utama dari sebuah adegan yang kemudian dijadikan referensi atau rujukan pada saat melakukan proses editing.
No Good (tidak baik) Istilah ini dipakai sebagai komentar terhadap pengambilan gambar yang tidak baik pada laporan kamera dan suara, misalnya N.G. Sound, N.G. Action
Sistem warna televisi yang dipergunakan di negara Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya, NTSC terdiri dari 525 garis pemindaian yang berada pada rate 30 frame perdetiknya.
Kesepakatan dimana sesorang dijamin untuk ikut dalam sejumlah produksi namun diperbolehkan untuk bekerja pada produksi lainnya.
Film yang tidak dipertontonkan di bioskop melainkan untuk film pelatihan.
Off Screen (tidak tampak pada layar)
Outs, Out Takes :
Bagian gambar yang tidak masuk pada versi lengkap dari sebuah film.

Outs, Out Takes :
Bagian gambar yang tidak masuk pada versi lengkap dari sebuah film.
Perintah untuk aktor/aktris agar memulai dialog tanpa harus menunggu pemeran lainnya menyelesaikan dialognya.
Adegan yang dirancang khusus untuk membuka acara atau cerita.
Biasanya adegan ini dikemas secara kreatif dan menarik untuk
mendapatkan perhatian dari penonton
Sistem warna televisi yang pertama kali dibuat di Jerman, dan digunakan di Eropa dan beberapa negara lain termasuk Indonesia. PAL terdiri dari 625 garis pemindaian berada pada rate 25 frame perdetiknya.
Alur cerita dari sebuah naskah.
Point of View (Sudut Pandang).
Deskripsi dari sesuatu dalam sebuah set film seperti pada kehidupan nyata. Misalnya kompor gas, bak cuci, pintu terbuka, pencahayaan lampu.
Perintah ketika pengambilan gambar telah lengkap dan dikirim ke laboratorium untuk dikembangkan.
Sebutan ini untuk orang yang memproduksi sebuah film tetapi bukan dalam arti membiayai atau menanamkan investasi dalam sebuah produksi. Tugas seorang produser adalah memimpin seluruh tim produksi agar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan bersama, baik dalam aspek kreatif maupun manajemen produksi dengan anggaran yang telah disetujui oleh executive producer.
Bagian yang menentukan batasan biaya dan menangani persiapan dan pelaksanaan atas segala keperluan dalam sebuah produksi.
Bertanggung jawab atas segala hal yang terjadi dilapangan selama proses produksi.
Production Manager :
Orang yang bertanggung jawab atas detail produksi dari awal sampai produksi itu selesai.

Production Manager :
Orang yang bertanggung jawab atas detail produksi dari awal sampai produksi itu selesai.
Terdiri dari sutradara, kru kamera, kru tata suara, bagian listrik dan semua orang yang diperlukan dalam suatu produksi.
Tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran serta memiliki roda yang gunanya sebagai tempat penyimpanan barang-barang kebutuhan suatu produksi.
Bertugas untuk memastikan bahwa properti ada ditempat yang seharusnya pada saat dibutuhkan untuk suatu produksi.
Power Pack :
Tempat khusus untuk pembagian arus listrik

Power Pack :
Tempat khusus untuk pembagian arus listrik
Pergerakan horisontal kamera dari kiri kekanan maupun sebaliknya
Sebuah perangkat sprinkler yang dapat digantung diatas kepala untuk memberikan simulasi efek dari hujan. Di sini sering memakai semburan dari mobil pemadam kebakaran.
Film yang belum diekspose.
Pengambilan gambar yang dimasukkan dalam sebuah adegan untuk menunjukkan efek kalimat atau tindakan terhadap partisipan lain dalam adegan tersebut.
Jumlah film yang akan diproyeksikan dalam waktu 10 menit. 900 feet untuk ukuran 35mm atau 360 feet untuk ukuran 16mm. Gulungan standar dapat menampung film sepanjang 1000 feet untuk 35mm dan 400 feet untuk 16mm.
Pemantul yang permukaannya berlapis perak digunakan untuk memantulkan cahaya. Untuk pengambilan film eksterior reflektor sering digunakan untuk mengarahkan sinar matahari ke bagian dalam suatu adegan.
Married Print yang dibuat untuk didistribusikan ke bioskop setelah answer print (telah disetujui)
Re-Load :
Penanda dari departemen kamera atau tata suara ketika mereka telah kehabisan persediaan untuk merekam.

Re-Load :
Penanda dari departemen kamera atau tata suara ketika mereka telah kehabisan persediaan untuk merekam.
Produksi suatu film yang sebelumnya telah diproduksi.
Memutar ulang suatu film atau acara televisi.
bagian riset yang terdiri dari orang-orang yang menilai otentisitas artikel, benda, kostum, dan peristiwa dalam sebuah film sebelum produksi film tersebut dijalankan.
Kemampuan lensa atau film untuk menangkap serta menunjukkan detail yang halus.
Re-Take :
Pengulangan sebuah adegan dalam syuting.

Reverse, Reverse Angle :
Lawan dari sudut kamera dari adegan yang baru saja diselsaikan untuk memperlihatkan sisi lain dari gambar.

Rigging :
Sebuah rangka pondasi untuk penyangga lampu penerangan pada suatu set. Sering disebut juga dengan Scaffolding.

Roll, Rool ‘em :
Perintah yang biasanya diberikan oleh asisten sutradara ketika sutradara merasa adegan telah siap untuk pengambilan gambar dengan memfungsikan kamera film dan peralatan rekam lainnya.

Rough Cut :
Penggabungan dari berbagai adegan film menurut suatu cerita yang komprehensip, biasanya sudah dengan dialog dan soundtrack.

Re-Take :
Pengulangan sebuah adegan dalam syuting.
Reverse, Reverse Angle :
Lawan dari sudut kamera dari adegan yang baru saja diselsaikan untuk memperlihatkan sisi lain dari gambar.

Rigging :
Sebuah rangka pondasi untuk penyangga lampu penerangan pada suatu set. Sering disebut juga dengan Scaffolding.

Roll, Rool ‘em :
Perintah yang biasanya diberikan oleh asisten sutradara ketika sutradara merasa adegan telah siap untuk pengambilan gambar dengan memfungsikan kamera film dan peralatan rekam lainnya.

Rough Cut :
Penggabungan dari berbagai adegan film menurut suatu cerita yang komprehensip, biasanya sudah dengan dialog dan soundtrack.

Reverse, Reverse Angle :
Lawan dari sudut kamera dari adegan yang baru saja diselsaikan untuk memperlihatkan sisi lain dari gambar.
Rigging :
Sebuah rangka pondasi untuk penyangga lampu penerangan pada suatu set. Sering disebut juga dengan Scaffolding.

Roll, Rool ‘em :
Perintah yang biasanya diberikan oleh asisten sutradara ketika sutradara merasa adegan telah siap untuk pengambilan gambar dengan memfungsikan kamera film dan peralatan rekam lainnya.

Rough Cut :
Penggabungan dari berbagai adegan film menurut suatu cerita yang komprehensip, biasanya sudah dengan dialog dan soundtrack.

Rigging :
Sebuah rangka pondasi untuk penyangga lampu penerangan pada suatu set. Sering disebut juga dengan Scaffolding.
Roll, Rool ‘em :
Perintah yang biasanya diberikan oleh asisten sutradara ketika sutradara merasa adegan telah siap untuk pengambilan gambar dengan memfungsikan kamera film dan peralatan rekam lainnya.

Rough Cut :
Penggabungan dari berbagai adegan film menurut suatu cerita yang komprehensip, biasanya sudah dengan dialog dan soundtrack.

Roll, Rool ‘em :
Perintah yang biasanya diberikan oleh asisten sutradara ketika sutradara merasa adegan telah siap untuk pengambilan gambar dengan memfungsikan kamera film dan peralatan rekam lainnya.
Rough Cut :
Penggabungan dari berbagai adegan film menurut suatu cerita yang komprehensip, biasanya sudah dengan dialog dan soundtrack.

Rough Cut :
Penggabungan dari berbagai adegan film menurut suatu cerita yang komprehensip, biasanya sudah dengan dialog dan soundtrack.
Menggerakkan kamera untuk menyesuaikan dengan aktor/aktris ketika mereka menyeberangi set atau lokasi.
Cetakan dari hasil pengambilan gambar hari itu yang diproses pada hari yang sama sehingga dapat dilihat pada besoknya.
Susunan isi dan alur cerita dari program acara yang dibatasi oleh
durasi, segmentasi, dan bahasa naskah
Latihan akhir bagi seluruh pendukung acara yang disesuaikan dengan
urutan acara dalam rundown
Pengambilan ulang suatu gambar/adegan
Sandbag :
Tas/bungkusan berisi pasir untuk pemberat.
Mencari lokasi untuk produksi atau bisa juga mencari orang yang berbakat.
Naskah lengkap yang menjadi bahan untuk melakukan produksi film.
Sebuah adegan yang memberikan kesempatan bagi aktor/aktris untuk memperlihatkan kemampuannya. Adegan ini biasanya diambil dari film untuk mempertimbangkan seorang aktor/aktris diambil lengkap dengan menggunakan kostum, set, dan riasan.
Sebuah bendera yang dibuat dari materi tembus cahaya. Kegunaannya adalah sebagian untuk mengurangi dan mendifusikan sumber cahaya. Berada ditengah antara sebuah gobo dan sebuah diffuser.
Bertanggungjawab untuk mencatat seluruh adegan dan pengambilan gambar yang diproduksi. termasuk semua informasi yang diperlukan seperti durasi, arah gerakan, penagrahan mimik wajah, penempatan aktor/aktris dan properti, serta gerakan fisik yang harus disesuaikan aktor/aktris dalam semua cakupan yang berurutan untuk kemungkinan pengambilan gamabr ulang. Semua informasi ini dimasukkan dalam salinan naskah milik supervisi naskah dan digunakan oleh editor ketika tahap editing. Dalam salinan ini juga dimasukkan catatan dari sutradara untuk editor.
Sebuah rangkaian adegan.
Mekanisme kamera yang mencegah cahaya masuk ke film diantara pengukuran frame segingga serial foto yang terpisah memiliki jarak walaupun gulungan film tetap diputar dalam kamera.
Pemutaran film di bioskop tanpa pemberitahuan sehingga pembuat film dapat memperoleh tanggapan dari penonton sebelum didistribusikan secara umum. Seringkali tanggapan dari penonton untuk membuat perubahan dalam film yang menurut produser akan membuat film tersebut lebih berhasil dipasaran.
pengambilan gambar dengan lensa yang diatur sedikit out of focus sehingga subyek tampak agak buram. seringkali digunakan ketika memfoto seorang aktor.aktris yang mulai terlihat berkerut.
Pencahayaan lampu yang memungkinkan tidak menghasilkan bayangan dan berpendar secara keseluruhan.
Sound Camera :
Kamera yang beroperasi dengan tenan selama perekaman gambar sehingga suara dapat direkam tanpa adanya bunyi dari kamera.

Sound Camera :
Kamera yang beroperasi dengan tenan selama perekaman gambar sehingga suara dapat direkam tanpa adanya bunyi dari kamera.
Penggabungan akhir dari 2 buah film sehingga terbentuk sebuah kesatuan yang berkesinambungan. Proses ini disebut splicing, hubungannya disebut splice.
Roda dengan gerigi teratur yang mencengkeram bagian pinggir film untuk menggerakkannya didalam kamera.
Bertanggungjawab atas publiitas dan pembuatan foto set serta lokasi. Dapat juga digunakan pada kesempatan tertentu.
Pengulangan sebuah frame film untuk memberikan efek diam pada aksi. Juga disebut dengan freeze frame.
Sketsa yang menggambarkan adegan dalam film. Digunakan untuk mempemudah pengambilan gambar.
Sunshade (Lens Shade) :
Kotak persegi panjang untuk meningkatkan ukuran lensa keluar, dipasangkan pada kamera diabgian lensa depan untuk mencegah masuknya cahaya kedalam lensa.

Sunshade (Lens Shade) :
Kotak persegi panjang untuk meningkatkan ukuran lensa keluar, dipasangkan pada kamera diabgian lensa depan untuk mencegah masuknya cahaya kedalam lensa.
Penempatan sebuah gambar diatas gambar lainnya, misalnya title atau subtitle terjemahan bahasa.
Gerakan panning ketika kamera digerakkan secara cepat dari sebuah sisi ke sisi lainnya, menyebabkan gambar menjadi kabur untuk memunculkan kesan gerakan mata secara cepat.
Gambar yang diambil dari sudut yang mudah
Penandaan pada naskah untuk menjadi catatan bagi sutradara maupun
pendukung produksi lainnya
Berbagai bentuk gambar yang diciptakan untuk menjadi pilihan pada
saat gambar-gambar tersebut memasuki proses editing
Istilah yang digunakan untuk menunjukkan adegan yang menegangkan
dan mengundang rasa was-was bagi penonton
Gambar sempurna dan tidak terlalu banyak bergerak dan dapat dinikmati
dengan posisi diam
Pergerakan gambar yang diperlambat sesuai dengan kebutuhan cerita
Tag, Tag Line :
Kalimat atau tindakan dalam sebuah adegan terakhir dari sebuah film yang diharapkan dapat menjadi puncak dari apa yang telah disuguhkan sebelumnya.

Teaser :
Adegan pertama dari keseluruhan gambar dari cerita. Biasanya adegan yang menarik, digunakan di televisi.

Tag, Tag Line :
Kalimat atau tindakan dalam sebuah adegan terakhir dari sebuah film yang diharapkan dapat menjadi puncak dari apa yang telah disuguhkan sebelumnya.
Teaser :
Adegan pertama dari keseluruhan gambar dari cerita. Biasanya adegan yang menarik, digunakan di televisi.

Teaser :
Adegan pertama dari keseluruhan gambar dari cerita. Biasanya adegan yang menarik, digunakan di televisi.
Lensa dengan panjang fokus lebih besar dari normal yang digunakan untuk membuat obyek jauh menjadi dekat.
Perintah dari sutradara pada script supervidor dan asisten kamera bahwa pengambilan gambar yang baru saja selesai tidak akan dikirim ke lab untuk dicetak tapi diberi label “hold” sampai pengambilan gambar lainnya telah selesai dan sutradara memutuskan gambar mana yang akan dicetak.
Menggerakan kamera secara vertikal (naik-turun)
Soundtrack yang memunculkan bunyi latar yang diasosiasikan dengan lokasi interor atau eksterior. Suara ini biasanya tidak disadari namun memberikan sentuhan realitas yang dibutuhkan oleh sebuah film.
Cahaya dari sumber yang diletakkan diatas subyek sehingga turun menyinari.
Bertanggungjawab terhadap semua kendaraan yang digunakan oleh kru dan pemain selama syuting berlangsung. Dalam hal ini termasuk antar dan jemput kru atau pemain.
Treatment :
Presentasi detail dari cerita sebuah film namun belum berbentuk naskah.

Triangle :
Alat yang digunakan untuk menahan kaki-kaki tripod agar tidak bergerak jika diletakkan di lantai yang licin.

Treatment :
Presentasi detail dari cerita sebuah film namun belum berbentuk naskah.
Triangle :
Alat yang digunakan untuk menahan kaki-kaki tripod agar tidak bergerak jika diletakkan di lantai yang licin.

Triangle :
Alat yang digunakan untuk menahan kaki-kaki tripod agar tidak bergerak jika diletakkan di lantai yang licin.
Perintah yang seringkali digunakan oleh sutradara untuk mengarahkan kamera pada dua/tiga obyek yang dituju.
Bertanggungjawab atas kelancaran operasi perusahaan film di lokasi.
Variasi kecepatan film di kamera untuk keperluan efek khusus.
Instrumen optik yang diletakkan samping kiri blimp yang memungkinkan operator kamera untuk mengikuti aksi sementara kamera sedang berputar.
Sinyal vokal dari sutradara atau aktor/aktris dalam adegan bahwa sudah waktunya aktor/aktris lain masuk.
Video Tape Recording
Very Long Shot :
Gambar yang diambil dari jarak yang sangat jauh

Very Long Shot :
Gambar yang diambil dari jarak yang sangat jauh
Suara dari announcer atau penyiar untuk mendukung isi cerita (narasi)
Wardrobe Box :
Kotak penyimpanan kostum.

Wardrobe Box :
Kotak penyimpanan kostum.
Bertanggungjawab atas pemilihan kostum yang akan dipergunakan untuk produksi.
Wild Line :
Kalimat yang biasanya direkam setelah pengambilan gambar atau diakhir syuting pada hari itu. Dipergunakan untuk mengulang kalimat dari suatu adegan yang telah diambil karena tidak jelas.

White Balance :
Prosedur untuk mengoreksi warna gambar dari kamera dengan
mengubah sensitivitas CCD ke dalam spektrum warna.
Umumnya prosedur ini menggunakan warna putih sebagai dasar

Wild Line :
Kalimat yang biasanya direkam setelah pengambilan gambar atau diakhir syuting pada hari itu. Dipergunakan untuk mengulang kalimat dari suatu adegan yang telah diambil karena tidak jelas.
White Balance :
Prosedur untuk mengoreksi warna gambar dari kamera dengan
mengubah sensitivitas CCD ke dalam spektrum warna.
Umumnya prosedur ini menggunakan warna putih sebagai dasar

White Balance :
Prosedur untuk mengoreksi warna gambar dari kamera dengan
mengubah sensitivitas CCD ke dalam spektrum warna.
Umumnya prosedur ini menggunakan warna putih sebagai dasar
Perekaman yang tidak dilakukan selama proses fotografi. efek suara dan bunyi acak biasanya direkam dengan cara ini, kadang untuk narasi dan musik juga. Seringkali disebut Non-Sync.
Wind Machine :
Kipas angin besar yang ditutup dengan kawat pengaman. Digunakan untuk menciptakan efek angin.

Wind Machine :
Kipas angin besar yang ditutup dengan kawat pengaman. Digunakan untuk menciptakan efek angin.
Efek optik antara 2 gambar dimana gambar ke-2 mulai di bagian luar layar dan menghapus gambar pertama sampai dengan garis yang masih terlihat dan pada akhirnya menutupi gambar pertama.
Perintah yang digunakan untuk memberitahukan pada semua orang bahwa syuting pada hari itu sudah selesai.


Addes Scenes :

Agent (Agent Model) :

Anamorphic :

Answer Print :

Apple Box :

Art Departement :

Ascpect Ratio :

Art Director :

Available Lighting :

Audio Visual :

Art Director :

Asisten Produser :

Audio Mixing :

Angle :

Animator :

Audio Effect :

Ambience :

Broadcaster :

Background :

Barn Doors :

Barney :

Best Boy :

Blank :

Blimp :

Blow Up :

Body Frame, Body Pod :

Boom Man :

Booth Man :

Breakaway :

Breakdown :

Budget :

Blocking :

Bridging Scene :

Back Light :

Breakdown Shot :

Bumper In :

Bumper Out :

Call :

Camera :

Camera Boom :

Camera Departement :

Cameraman :

Camera Noise :

Camera Report :

“Camera Right”, “Camera Left” :

Camera Tracks :

Can :

Canned Music :

Casting Director :

Century Stand :

Changing Bag :

Character Man or Woman :

Cinema :

Cinema Scope :

Cinemobile :

Clapper Boards :

Composite Print :

Contact Glass :

Cook, Cookie :

Copter Mount :

Costume Designer :

Coverage :

Cover Set :

Cover Shot :

Cue :

Cue Light :

Cut and Hold :

Cut Back :

Cutting on The Action :

Cutting Room :

Cut to :

Credit Title :

Chroma Key :

Cutting on Beat :

Clip Hanger :

Cut :

Cutting :

Camera Blocking :

Clear-Com :

Channel :

Crazy Shot :

Composition :

Continuity :

Cross Blocking :

Crane :

Clip On :

Casting :

Close Up :

Dailies :

Depth of Focus :

Dialogue Coach or Dialogue Director :

Diffusers :

Director :

Documentary :

Dolly :

Dollying :

Double :

Dress The Set :

Drift :

Dual Role :

Dubbing :

Dulling Spray :

Durasi :

Dimmer :

Dissolve :

Depth of Field :

Dramatic Emotion :

Editing :

Editor :

Editorial Departement :

Electric Departement :

Electrician :

Exclusive Contract :

Exhibitor :

Exposed :

Ext. :

Extra :

Engineering :

Establish Shot :

Fade Out, Fade In :

False Move :

Fast Motion :

Feature Part :

Fifty-fifty :

Fill Light :

Film :

Film Clip :

Film Loader :

First Run :

Fishpole Boom :

Flag :

Flare :

Flashback :

Flub :

Fluid Head :

Focus :

Fog Maker :

Follow Focus :

Final Editing :

Floor Director :

Footage :

Footage Counter :

Four Walled Set :

Frame :

Frame per Second (fps) :

Freelancer :

Freeze :

Gaffer :

Geared Head :

Gen :

Gobo :

Green Departement :

Grip :

Grip Chain :

Hairdresser Departement :

Hand Cue :

Hand Held :

Headroom :

High Head :
Suatu set yang telah diisi barang dan dekor untuk syuting. Penggambaran ini biasanya mengindikasikan bahwa set tersebut tidak boleh dimasuki atau digunakan.
Proses pencarian dan penggunaan lokasi yang tepat dan terbaik

Idiot Cards :

Independent :

Insert Shot :

Int. :

Intercut :

Jell :

Jumping Shot :

Jimmy Jib :

Key Light :

Lab :

Lens (Lensa) :

Lining Up :

Limbo :

Lip-Sync :

Location Departement :

Long Focus Lens :

Looks :

Long Shot :

Magazine :
cahaya serta tidak memungkinkan cahaya untuk masuk ke film yang belum atau sudah exposed didalam magazine.

Magnetic Recorder :

Make-Up Call :

Make-Up Departement :

Mark It :

Marks :

Married Print :

Match :

Matching Directions :

Matte :

Matte Box :

Microphone Shadow :

Mock-Up :

M.O.S. :

Moving Shot :

Music Departement :

Master Control :

Medium Close Up :

Medium Shot :

Gambar diambil dari jarak dekat

Medium Long Shot :

Middle Close Up :

Master Shot :

N.G. :
NTSC (National Television Standards Committee)

Non-Exclusive Contract :
Non-Theatrical Film :

O.S. :

Overlap :

Opening Scene :
PAL (Phase Alternation by Line) :

Plot :

P.O.V. :

Practical :

Print :

Producer :

Production Departement :

Production Assistant :

Production Unit :

Prop Box (Kotak Properti) :

Prop Man :

Panning :

Rain Cluster :

Raw Stock :

Reaction Shot :

Reel of Film :

Reflector :

Release Print :

Remake :

Re-Run :

Research Departement :

Resolution, Resolving Power :

Running Shot :

Rushes :

Rundown :

Run Through :

Retake :


Scouting :

Screen Play :

Screen Test :

Scrim :

Script Supervisor, Script Clerk :

Sequence :

Shutter :

Sneak, Sneak Preview :

Soft Focus :

Soft Light :

Splice, Splicing :

Sprocket :

Still man, Photographer :

Stop Frame :

Story Board :

Super, Superimposure :

Swish Pan :

Simply Shot :

Script Format :

Format penulisan naskah acara

Script Marking :

Stock Shot :

Suspense :

Steady Shot :

Slow Motion :

Tele-Photo Lens :

That’s a Hold :

Tilt :

Tone Track :

Top Lighting :

Transportation Departement :

Two/Three Shot :

Unit Manager :

Variable Speed Motor :

Viewfinder :

Voice Cue :

VTR :

Voice Over :

Wardrobe Departement :

Wild Recording :

Wipe :

Wrap :
Read more ...
Design by BlogSpotDesign | Ngetik Dot Com