Tuesday, 27 November 2012

Profil Gorillaz




Gorillaz merupakan band virtual asal Inggris yang telah eksis di dunia musik sejak tahun 2001. setelah sukses dengan album Gorillaz dan Demon dayz , akhirnya pada awal maret 2010 Gorillaz merilis album ketiga yang dikasih judul Plastic Beach. Album ini masih dominan trip-hop, dengan kolaborasi bersama artis-artis hip-hop, namun dengan konsep yang lebih sinematik. lagu Stylo dijagokan sebagai single pertama yang video klipnya sudah dirilis yang menceritakan aksi balapan2 di jalanan.


Band hasil kreasi dari Damon Albarn (pentolan grup band Blur) dan Jamie Hawlet (komikus, pengarang komik Tank girl ) memang unik , ide untuk membuat Gorrilaz muncul ketika mereka tinggal bersama di sebuah flat. Damon mengurusi masalah musik sedangkan Jamie berkutat dengan bentuk karakter animasi tiap personil Gorrilaz. Walaupun cuma ada dua orang dibalik layar, tapi Gorrilaz terdiri 4 anggota yang semuanya animasi : 2D (lead vocal, keyboard), Murdoc Niccals (bass ), Noodle (guitar) dan Russel Hobbs (drum).












Sosok asli Jamie dan Damon






bukan saja hanya untuk proyek virtual band, Damon dan Jamie juga membuatkan biografi masing-masing personil Gorrilaz , bahkan ada “rumah” untuk para anggota Gorillaz yang diliput dan disiarkan di acara MTV Cribs..


sekilas tentang profil member Gorillaz..






1. 2D









Stuart Pot (lahir di Crawley, Inggris 23 Mei 1978), lebih dikenal dengan nama panggung: 2D atau hanya dieja sebagai two dee. kedua mataya buta akibat insiden tabrakan dengan mobil Murdoc






2. Murdoc Niccals









Murdoc Faust (sebelumnya Alphonse) Niccals (kadang-kadang dieja Nichals atau Nicalls. Lahir 6 Juni 1966) adalah anggota Gorillaz yang paling nyeleneh, Murdoc mengklaim dirinya sebagai frontman band dan sering melakukan kekerasan pada anggota band lainya terutama 2D






3. Noodle









Noodle (lahir 31 Oktober 1990) berposisi sebagai gitaris serta menjadi backing vocal untuk band. satu-satunya personil cewek di band.. dari perawakannya noodle merupakan keturunan jepang






4. Russel Hobbs












Russel Hobbs Lahir di Brooklyn, New York, pada 3 Juni 1975, mempunyai hobi memasak dan juga penyanyang anak kecil. Russel adalah personel yang misterius di band


kalau tampil live Gorillaz selalu memakai layar/ screen yang besar untuk menampilkan para anggota Gorrilaz (tentunya berbentuk animasi) yang bernyanyi dan bermain musik layaknya seperti menonton film kartun di layar tancep. Bahkan untuk sesi wawancara di televisi diwakili oleh 2D dan Murdoc. Tapi sejak rilis album ketiga, para orang dibalik layar Gorrilaz (si Damon dan auditional player band ) mau menampakkan diri mereka tampil langsung didepan para penonton.









Gorillaz saat tampil live April 2010






Seandainya sobat2 blogger bercita-cita punya Virtual Band, seperti apakah imajinasi sobat blogger tentang band itu ( karakter dan prilakunya masing anggota band) ?
Read more ...

Orang Keturunan indonesia Yang Top Di luar negeri



1. Anggun C. Sasmi





Tak perlu diragukan lagi dialah artis pertama Indonesia yang bisa mengembangkan sayapnya hingga ke Eropa. Pada tahun 1994, Anggun memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan mewujudkan impiannya menjadi artis bertaraf internasional. Dengan bantuan Erick Benzi, seorang komposer besar Perancis, pada tahun 1997, Anggun berhasil merilis album internasional pertamanya, Snow on the Sahara, di lebih dari 33 negara di seluruh dunia. Anggun tercatat sebagai penyanyi Asia paling sukses di luar Asia.










2. Daniel Sahuleka









Penyanyi kelahiran Semarang, 6 Desember 1950 adalah seorang penyanyi Belanda yang berdarah Ambon, Indonesia. Ia tinggal di Winterswijk, dimana bakat menyanyi dicuatkan oleh Rudy Bennett. Daniel tidak banyak menerbitkan album. Beberapa lagunya yang terkenal di Indonesia antara lain adalah You Make My World So Colorful yang muncul pada awal 1980-an sebagai salah satu lagu dalam album Daniel Sahuleka (1977), serta "Don't Sleep Away The Night" yang merupakan single album dengan judul yang sama pada tahun 1978. Di awal kariernya sebagai penyanyi rekaman, Daniel bernaung di bawah Polydor (Netherland).










3. Shandy Sandoro








Shandy lahir di Jawa tengah dari keluarga pemusik. Sepupu dari Ira Maya Sophia ini kerap menghabiskan waktunya untuk bermain band menyanyikan lagu-lagunya Van Hallen, Mr. Big dan the Black Crows waktu SMA. Selama kuliah Shandy harus menanggung biaya hidup dan kuliahnya sendiri. Dia menjadi street musician atau pengamen di kota Berlin untuk memperoleh penghasilan setelah gagal diterima kerja di sebuah supermarket. Disinilah Shandy mulai di kenal oleh komunitas musisi di Jerman.Banyak yang tidak menyangka kalau Shandy adalah orang Indonesia atau asia. Kalau hanya mendengarkan suaranya, orang akan menyangka kalau Shandy merupakan artis American-African karena suaranya yang sangat soulful.






Pada tahun 2007, Shandy mencoba mengikuti Stefan Raabs song contest dan berhasil meraih posisi ke-5. Pada bulan April 2008, Shandy akhirnya mengeluarkan album indie yang berisikan lagu-lagu hasil ciptaanya yang berjudul “Why Dont We”. Single pertamanya yang berjudul “Shine” merupakan hasil kolaborasi dengan DJ Ibiza dan Dublex Inc yang masuk dalam chart hits di radio-radio di Eropa. Atas jasanya mengharumkan nama Indonesia, pada Agustus 2008, KBRI Jerman memberinya anugerah Satya Lencana Karya Satya.


Pada tahun 2009, atas dorongan Brandon Stone seorang produser musik, Shandy mengikuti kontes New Wave. Kontes yang mirip dengan Idol ini merupakan salah satu event pencari bakat musik yang penting dan menarik jutaan pemirsa dan media internasional.Shandy menjadi pemenang dari kontes ini bersama dengan seorang penyanyi Ukraina. Di kontes ini, Shandy membawakan beberapa lagu diantaranya When a man loves a woman dan sebuah lagu karangannya sendiri yang berjudul “End of the Rainbow”. Shandy mendapat nilai 10 dan standing ovation ketika menyanyikan lagu-lagu ini. Bahkan juri memuji keberaniannya karena dia membawakan lagu ciptaannya sendiri. Nama Shandy menjadi lebih kuat dan terkenal di dunia internasional setelah memenangkan kontes ini.






4. Meeghan Henry








Lahir di Surabaya pada 7 Januari 1995, remaja berusia 15 tahun ini memiliki darah Indonesia dari sang ibu yang orang Surabaya asli. Namun ketika Meeghan berusia empat tahun keluarganya hijrah ke Los Angeles, AS.


Di dunia musik karier Meeghan dimulai ketika musikus sekaligus produser Ronnie King menangkap bakatnya ketika dia berada di California Sound Studios. Melihat bakat Meeghan, King pun meneawarinya untuk menekan kontrak dengan Wright Records Inc., sebuah label independen. Selain aktif bernyanyi di acara sekolah dan berbagai acara di kota tempat tinggalnya, Meeghan rajin mengikuti kompetisi di dunia model. Beberapa prestasi yang pernah diraihnya antara lain menjadi runner-up Child Model of The Year di New York pada tahun 2000 dan juara Little Miss San Dimas pada 2004.






5. Wisnu Witono Adhi








Wisnu Witono , pria kelahiran Jakarta 9 September 1983, menjadi terkenal di Norwegia. Setelah ia menjadi satu-satunya peserta asing yang berhasil melaju ke babak lima besar ajang pencarian bakat Norwegian Idol Prestasi yang dicapai Wisnu tentu saja membuat banyak orang bangga setelah suksesdi Norwegian Idol 2006 , wisnu mulai merilis beberapa album yang terkenal hingga saat ini










6. Michelle Branch








Michelle Jacquet DeSevren Branch (lahir di Phoenix, Arizona, 2 Juli 1983; umur 26 tahun) adalah seorang penyanyi, pencipta lagu dan gitaris asal Amerika Serikat. Sebagai bayi prematur yang lahir 7 pekan lebih awal, nama depannya diambil dari sebuah lagu The Beatles yang berjudul "Michelle". Penyanyi blasteran Irlandia, Indonesia, Perancis, dan Belanda ini memiliki dua saudara.


Nenek Michelle Branch dari ibunya lahir di Jawa Timur sehingga kemungkinan besar Michelle adalah keturunan Jawa. Ada kemungkin pula ia keturunan Madura. Itu juga tidak menutup kemungkinan, ia berdarah Sunda ataupun Tionghoa.Michelle Branch menjadi bintang tamu dalam serial televisi Buffy The Vampire Slayer dan American Dreams.


Pada 23 Mei 2004, Branch menikah dengan seorang gitaris bas bandnya, Teddy Landau, berusia 19 tahun lebih tua dari dirinya, di Meksiko. Anak pertama dari pasangan suami istri ini lahir pada 3 Agustus 2005 dengan nama Owen Isabelle.Sekarang Michelle Branch bergabung di sebuah band yang bernama The Wreckers, dengan single pertama "The Good Kind".






7. Reza Ningtyas Lindh








Reza lahir di Jakarta 1 Januari 1981. Sejak tahun 2004 ia tinggal di Lund, kota kecil di bagian selatan Swedia. Reza menetap disana setelah menikah dan bekerja sebagai pembantu koki. awal mula menyanyi di publik sejak berusia sembilan tahun ketika menyanyi pada perayaan HUT RI. Reza juga pernah berpartisipasi pada Asia Bagus, suatu program pencarian bakat penyanyi Asia di era tahun 90-an.Sejak menetap di Swedia Desember 2004, Reza hanya menyanyi pada perayaan HUT RI di wilayah Skine, Swedia tahun 2006 dengan suaranya yang mengejutkan warga Indonesia lainnya.






Pada awal musim panas tahun 2006 ketika tim audition tiba di Malmo dekat kota Lund, rekan Reza secara diam-diam menjebaknya untuk ikut audisi. Dengan alasan akan mengajak Reza jalan-jalan ke Kopenhagen, teman-teman Reza langsung membawanya ke tempat Audition dimana ratusan orang lainnya juga sudah menunggu giliran.Di sinilah awal perjalanannya di kontes Idol 2009 dimana para juri memilihnya untuk masuk dalam 20 besar di Stockholm yang kemudian disiarkan langsung secara nasional untuk memilih 12 finalis.






8. Liquicia Anggraini








Perempuan 33 tahun kelahiran Bandung ini mulai melebarkan sayap di tanah air dengan menggandeng retail Harvey Nichols di Grand Indonesia. Ia tertarik mendalami dunia fashion sejak pertama kali menginjakkan kakinya di kota fashion dunia, New York, sepuluh tahun lalu. Ia belajar mode di Fashion Institute Tecnology. Koleksi Liquica telah dipasarkan di beberapa kota di Amerika seperti Arkansas, California, Georgia, Illinois, Minnesota, South Carolina, Virginia dan New York. Juga sudah merambah beberapa negara seperti Jepang, Dubai, dan Puerto Rico






9. Tania Gunadi








Nama artis Tania Gunadi nyaris tak terdengar di Indonesia. Padahal, Mojang kelahiran Bandung, 29 Juli 1983 ini merupakan bintang sejumlah film televisi dan layar lebar di Amerika. Bahkan boleh jadi Tania Gunadi merupakan satu-satunya artis asal Indonesia yang eksis dalam industri film Amerika terutama dalam film serial televisi.






Tania Gunadi hijrah dari Bandung ke Los Angeles bersama keluarga saat dia masih remaja. Karena menyukai akting, Tania masuk sekolah akting dengan pengajar Robert F. Lyons. Robert F. Lyons merupakan mantan aktor Hollywood yang membintangi sejumlah film laris di era 70-an sampai 80-an, seperti “Cease Fire”, “Gunsmoke” dan “Dealing”.






Setelah ditempa di sekolah akting Robert F. Lyons, Tania mulai mendapat peran pertama dalam sebuah film pendek sebagai seorang penari. Film pertama Tania Gunadi adalah “A Real Job” yang diproduksi tahun 2001. Namun sejak itu dia mulai mendapat berbagai tawaran komersial untuk produksi Disney Channel. Nama Tania Gunadi memang cukup dikenal sebagai pemain dalam sejumlah produksi TV Disney Channel. Dia berperan sebagai Allison Wong dalam serial komedi Disney Channel berjudul “Even Stevens”.






10. Adi Priyo Sambodo








Adi Priyo Sambodo merupakan penyanyi utama 6ixth Sense (Malaysia). Berasal dari Jember, Jawa Timur. Beliau lahir pada 1 Oktober 1983. lagu ciptaanya yang terkenal di malaysia adalah Khatimah Cinta dan Hikayat Cinta. Di Malaysia karya lagu Adi Priyo Sambodo di 6ixth Sense telah mendapatkan berbagai penghargaan
Read more ...

Sejarah Penemuan Kamera




Sejarah fotografi tidak akan lepas dari penemuan kamera dan film. Dengan penemuan film, kita dapat mereproduksi gambar, dan proses pencahayaan film tersebut terjadi di dalam kamera. Menurut sejarah, prinsip kerja kamera telah ditemukan sejak zaman Aristoteles, bahkan mungkin sebelumnya. Aristoteles mengadakan percobaannya dengan merentangkan kulit yang diberi lubang kecil, digelar di atas tanah dan diberi antara untuk menangkap bayangan matahari. Sehingga cahaya dapat menembus dan memantul di atas tanah dan gerhana matahari dapat diamati. Kemudian penemuan kamera obscura ditemukan oleh Leonardo da Vinci, sorang pelukis dan ilmuwan. Kamera obscura berupa sebuah kamar gelap yang diberi lubang kecil di salah satu sisinya, sehingga seberkas cahaya dapat masuk dan membuat bayangan dari benda-benda yang ada di depannya.Pada mulanya kamera ini tidak begitu diminati, karena cahaya yang masuk amat sedikit, sehingga bayangan yang terbentuk pun samar-samar. Penggunaannya terutama masih untuk menggambar benda-benda yang ada di depan kamera. Penggunaan kamera ini baru populer setelah ditemukannya lensa pada tahun 1550. Dengan lensa pada kamera ini, maka cahaya yang masuk ke kamera dapat diperbanyak, dan gambar dapat dipusatkan, sehingga menggambar menjadi lebih sempurna.

Tahun 1575 , kamera portable yang pertama baru dibuat, dan penemuan kamera ini untuk menggambar makin praktis. Baru tahun 1680 lahir kamera refleks pertama, namun penggunaannya masih untuk menggambar, karena bahan baku untuk mengabadikan benda-benda yang berada di depan lensa selain dengan menggambar masih belum ditemukan. Jadi, pada zaman tersebut, kamera masih dipakai untuk mempermudah dalam menggambar. Dimana hasil dari kamera tersebut masih belum dapat direproduksi, karena belum ditemukannya film negatif. Sejarah penemuan film dimulai ketika orang berusaha untuk dapat mengabadikan benda yang berada di depan kamera, sudah mulai berkembang sejak abad ke-19, dengan adanya penemuan penting oleh Joseph Niepce, seorang veteran Perancis. Ia bereksperimen dengan menggunakan Aspal Bitumen Judea. Dengan pencahayaan 8 jam, ia berhasil mengabadikan benda yang berada di depan lensa kameranya menjadi sebuah gambar pada plat yang telah dilapisi bahan kimia tersebut. Namun melalui percobaaan ini masih belum dapat membuat duplikat gambar. Percobaan demi percobaan telah dilakukan untuk menemukan bahan pembuat duplikat gambar, tetapi tetap gagal. Sampai akhirnya Sir Henry Talbott menemukan Callotype dari bahan kertas yang gambar-gambarnya berupa gambar negatif dan dapat direproduksi. Tapi penemuan ini kurang diminati, karena hasilnya kurang tajam. Kemudian lahirlah Collodion, bahan baku fotografi yang diperkenalkan oleh Frederick Scott Archer, dengan menggunakan kaca sebagai bahan dasarnya. Proses ini adalah proses basah. Bahan kimia tersebut dilapiskan ke kaca, kemudian langsung dipasang pada kamera obscura, dan gambar yang dihasilkan lebih baik. Cara ini banyak dipakai untuk memotret di seluruh Eropa dan Amerika, sampai ditemukannya bahan gelatin dan ditemukannya bahan kimia yang dapat digunakan untuk proses kering.





Tahun 1895 , George Eastman membuat film gulung (roll film) dengan bahan gelatin, yang dipakai untuk memotret (mengabadikan citra alam) sampai sekarang. Penemuan-penemuan tersebut di atas telah mempermudah kita dalam mengabadikan benda-benda yang berada di depan lensa dan mereproduksinya, sehingga para fotografer, baik amatir maupun profesional dapat menghasilkan suatu karya seni tinggi, tanpa perlu terhalang oleh keterbatasan teknologi.
Read more ...

Friday, 23 November 2012

Sejarah Tembang Macapat


Macapat sebagai sebutan metrum puisi jawa pertengahan dan jawa baru, yang hingga kini masih digemari masyarakat, ternyata sulit dilacak sejarah penciptaanya. Purbatjaraka menyatakan bahwa macapat lahir bersamaan dengan syair berbahasa jawa tengahan, bilamana macapat mulai dikenal , belum diketahui secara pasti. Pigeud berpendapat bahwa tembang macapat digunakan pada awal periode Islam. Pernyataan Pigeud yang bersifat informasi perkiraan itu masih perlu diupayakan kecocokan tahunnya yang pasti.


Karseno Saputra memperkirakan atas dasar analisis terhadapbeberapa pendapat beberapa pendapat dan pernyataan. Apabila pola metrum yang digunakan pada tembang macapat sama dengan pola metrum tembang tengahan dan tembang macapat tumbuh berkembang sejalan dengan tembang tengahan, maka diperkirakan tembang macapat telah hadir dikalangan masyarakat peminat setidak-tidaknya pada tahun 1541 masehi. Perkiraan itu atas dasar angka tahun yang terdapat pada kidung Subrata, Juga Rasa Dadi Jalma = 1643 J atau 1541 masehi. ( Saputra, 1992 : 14 )


Penentuan ini berpangkal pijak dari pola metrum macapat yang paling awal yang terdapat didapat kidung Subrata. Sekitar tahun itu hidup berkembang puisi berbahasa jawa kuno, jawa tengahan dan jawa baru yaitu kekawin, kidung dan macapat. Tahun perkiraan itu sesuai pula dengan pendapat Zoetmulder lebih kurang pada abad XVI di jawa hidup bersama tiga bahasa, yaitu jawa kuno, jawa tengahan dan jawa baru.


Dalam Mbombong manah I ( Tejdohadi Sumarto, 1958 : 5 ) disebutkan bahwa tembang macapat ( yang mencakup 11 metrum ) di ciptakan oleh Prabu Dewawasesa atau Prabu Banjaran sari di Sigaluh pada tahun Jawa 1191 atau tahun Masehi 1279. Tetapi menurut sumber lain, tampaknya macapat tidak hanya diciptakan oleh satu orang, tetapi oleh beberapa orang wali dan bangsawan. ( Laginem, 1996 : 27 ). Para pencipta itu adalah Sunan Giri Kedaton, Sunan Giri Prapen, Sunan Bonang, Sunan Gunung Jati, Sunan Muryapada, Sunan Kali Jaga, Sunan Drajat, Sunan Kudus, Sunan Geseng, Sunan Majagung, Sultan Pajang, Sultan Adi Eru Cakra dan Adipati Nata Praja.


Namun berdasarkan kajian ilmiah ada dua pendapat yang memiliki sedikit perbedaan tentang timbulnya macapat. Pendapat pertama bertumpu bahwa tembang macapat lebih tua dibanding tembang gede dan pendapat kedua bertumpu pada anggapan sebaliknya. Kecuali pendapat itu ada pendapat lain tentang timbulnya macapat berdasarkan perkembangan bahasa.


A). Tembang macapat lebih tua daripada tembang gede

Pendapat pertama beranggapan bahwa tembang macapat lebih tua dari pada tembang gede tanpa wretta atau tembang gede kawi miring. Tembang macapat timbul pada zaman Majapahit akhir ketika pengaruh kebudayaan Islam mulai surut ( Danusuprapta, 1981 : 153-154 ). Dikemukakan pula oleh Purbatjaraka bahwa timbulnya macapat bersamaan dengan kidung, dengan anggapan bahwa tembang tengahan tidak ada. ( Poerbatjaraka, 1952 : 72 )


B). Tembang macapat lebih muda daripada tembang gede

Pendapat kedua beranggapan bahwa tembang macapat timbul pada waktu pengaruh kebudayaan Hindu semakin menipis dan rasa kebangsaan mulai tumbuh, yaitu pada zaman Majapahit akhir. Lahirnya macapat berurutan dengan kidung muncullah tembang gede berbahasa jawa pertengahan, berikutnya muncul macapat berbahasa jawa baru. Dan pada zaman Surakarta awal timbul tembang gede kawi miring. Bentuk gubahan berbahasa jawa baru banyak digemari adalah kidung dan macapat. Proses pemunculannya bermula dari lahirnya karya-karya berbahasa jawa pertengahan yang biasa disebut dengan kitab-kitab kidung, kemudian muncul karya-karya berbahasa jawa baru berupa kitab-kitab suluk dan kitab-kitab niti. Kitab suluk dan kitab niti itu memberikan sumbangan yang besar terhadap perkembangan macapat.


C). Tembang macapat berdasarkan perkembangan bahasa

Dalam hipotesis Zoetmulder ( 1983 : 35 ) disebutkan bahwa secara linguistik bahasa jawa pertengahan bukan merupakan pangkal bahasa jawa baru. Melainkan merupakan dua cabang yang terpisah dan divergen pada bahasa jawa kuno. Bahasa jawa kuno merupakan bahasa umum selama periode Hindu – Jawa sampai runtuhnya Majapahit. Sejak datangnya pengaruh Islam, bahasa jawa kuno berkembang menurut dua arah yang berlainnan yang menimbulkan bahasa jawa pertengahan dan bahasa jawa baru. Kemudian, bahasa jawa pertengahan dengan kidungnya berkembang di Bali dan bahasa jawa baru dengan macapatnya berkembang di Jawa. Bahkan, sampai sekarang tradisi penulisan karya sastra jawa kuno dan pertengahan masih ada di Bali.
Read more ...

Wednesday, 21 November 2012

Profil Candra Malik

CANDRA MALIK, sebuah profil dan Kidung Sufi.






Candra Malik. Lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 25 Maret 1978, sebagai anak kedua dari empat bersaudara, dari pasangan suami istri Raden Sukarsono yang bernama lain Muhammad Bashir dan Sri Ida Ningsih Ali. Dari ayahnya, dalam tubuh Candra mengalir darah Kerajaan Demak, Jawa. Oleh Sunan Kudus, leluhurnya ditugaskan mensyiarkan agama Islam ke Madura dan Jember. Sedangkan dari ibunya, mengalir darah Kerajaan Sangihe Talaud, Sulawesi. Gus Candra, demikian ia disapa, dibesarkan dalam tradisi Islam yang kental dengan nafas Sufisme.


Belajar agama dari kakek dari pihak ibunya, Abdullah Ali, sejak kanak-kanak, Candra tumbuh dengan mengakrabi ritual-ritual Tasawuf. Ia juga mengaji kepada Habib Ja'far bin Badar bin Thalib bin Umar bin Ja'far, guru dari kakeknya, di Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah. Pada 1993, Candra lebih mendalami lagi Ilmu Tasawuf dengan belajar kepada Kiai Muhammad Muna'am, seorang mursyid yang tinggal di Sukosari, Sukowono, Jember, Jawa Timur, meski harus mondar-mandir.

Sambil bekerja sebagai wartawan di suratkabar Jawa Pos pada akhir 1999 di Yogyakarta, Candra menimba kearifan Sufisme dengan belajar kepada Syekh Ahmad Sirullah Zainuddin, wakil talqin dari Tarekat Qadiriyyah Naqsabandiyah, sebelum akhirnya pada 2001 belajar langsung kepada mursyid tarekat tersebut, yaitu K.H. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin [Abah Anom], yang juga pengasuh Pesantren Suryalaya, di Jawa Barat.


Setelah sebagian gurunya wafat, Candra seizin Syekh Ahmad Sirullah Zainuddin meneruskan belajar Tasawuf kepada Mawlana Syekh Hisyam Kabbani, mursyid Tarekat Naqsabandiy Haqqani, pada 2010. Setahun kemudian, dia menghadap kepada seorang Waliyullah, K.H. Kholilurrahman [Ra Lilur], di Bangkalan, Madura, cicit dari Waliyullah Besar, K.H. Kholil bin Abdul Latief atau lebih dikenal dengan Syaikhona Kholil Bangkalan, untuk semakin memantapkan Jalan Sunyi Tasawuf dalam hidupnya.


Ditinggal wafat oleh ayahnya ketika masih remaja tak membuat Candra putus asa, apalagi ia memang memilih hidup tak serumah dengan keluarganya, sejak sekolah menengah atas. Ia juga tak sempat belajar agama dari K.H. Mashuri di Kalisat, Jember, Jawa Timur, karena kakek dari pihak ayahnya ini telah wafat sebelum Candra dilahirkan.


Sejak berhenti dari Jawa Pos dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Liputan Indo.Pos, koran jaringan Jawa Pos di Jakarta, Candra Malik bekerja sebagai kontributor di sejumlah media cetak. Antara lain, Tabloid Nyata, Majalah ART Indonesia, dan Majalah Travel Lounge. Saat ini, ia masih menulis untuk koran berbahasa Inggris, The Jakarta Globe. Candra juga mengasuh sebuah kolom tentang Sufisme di Solopos, sebuah koran lokal di Jawa Tengah, bertajuk Matahati, di rubric Khazanah.

Memiliki tempat tinggal di kampung halamannya di Solo, Jawa Tengah, dan mengasuh Pesantren Asy-Syahadah, di Desa Segoro Gunung, di lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah; Candra dan istrinya, Anis Ardianti, beserta tiga anak mereka; Abra Bumandhala Byoma [7], Arane Langit Manikmaya [5], dan Cyra Akasha Bumi [1,5] kini tinggal di Depok, selatan Jakarta. Secara reguler, ia masih mengajar di pesantren Tasawuf tersebut, namun menggunakan sebagian waktunya untuk silaturahmi. dan ziarah ke berbagai daerah di Indonesia.


Hidup di jalan sufi membuat Candra sensitif menerima isyarat-isyarat alam dan Ilahi. Dia seketika banting-setir menjadi pencipta lagu dan penyanyi setelah mendapat perintah yang ia yakini datang dari Tuhan. Dalam Kenduri Cinta pada akhir 2011, Emha Ainun Nadjib [Cak Nun] membenarkan adanya isyarat Tuhan itu dan merestui langkah Candra. Sejak September 2011, Candra telah merekam 12 lagu sufistik yang ia sebut sebagai Kidung Sufi dan segera merilis album perdana.


Kedekatannya dengan kalangan agamawan-budayawan memudahkan langkah Candra untuk melibatkan Wakil Rais Syuriah PBNU K.H. Ahmad Mustafa Bisri [Gus Mus] dan Can Nun dalam album religi ini. Cak Nun menulis khusus sajak Mukaddimah Cinta untuk album Candra ini dan membacakannya dalam track pembuka, sedangkan Gus Mus membacakan sajak Pesona dalam track penutup. Candra juga memasukkan rekaman vokal K.H. Abdurrahman Wahid [Gus Dur] dalam lagu Syahadat Cinta, atas izin Keluarga Ciganjur.


Dukungan moril atas pembuatan album Kidung Sufi ini datang dari berbagai kalangan, salah satunya dari Bondan Winarno, wartawan senior yang kini berkiprah dalam dunia kuliner. Berkat Bondan, Candra menembus sejumlah nama besar dalam blantika musik Indonesia, dua di antaranya, solo-violist Idris Sardi dan composer Addie MS. Didi Nugrahadi, penggerak Obrolan Langsat (Obsat) juga berkomitmen membantu memasarkan album Candra melalui jejaring Social Media. Begitu pun Gus Nukman Luthfie, melalui Musikkamu.com.


Dalam album ini, Idris Sardi mengaransemen dan bermain biola dalam orkestrasi lagu Kidung Sufi, featuring Gus Mus. Addie mengaransemen lagu Shiratal Mustaqim dan memimpin Twilite Orchestra memainkan lagu tersebut, featuring Tohpati. Nama-nama besar lainnya adalah Dewa Budjana yang mengaransemen dan bermain gitar dalam lagu Jiwa yang Tenang, Trie Utami ikut bernyanyi dalam dua lagu -- Fatwa Rindu dan Fana Selamanya, dan Dalang Ki Sujiwo Tejo berkolaborasi dengan rapper Marzuki Mohamad Kill The DJ (Jogjakarta Hip Hop Foundation) dan penyanyi reggae Heru Shaggydog dalam lagu Samudera Debu.


Dik Doank memimpin anak-anak asuhnya yang tergabung dalam Komunitas Kandank Jurank Doank untuk ikut bernyanyi dalam lagu Syahadat Cinta. Pemain biola Hendri Lamiri dan gitaris John Paul Ivan ex Boomerang juga tampil dalam lagu Syahadat Cinta tersebut. Keterlibatan belasan musisi ini mewarnai, sekaligus membuktikan kualitas, Kidung Sufi yang digarap Candra Malik ini. Rizki Soekirno, akrab disapa Uki Rebek, banyak membantunya dalam aransemen dan mencipta lagu Allahu Ahad, dan Andri Ardiyanto, gitaris dari Solo, mencipta lagu Hasbunallah.


Kidung Sufi adalah brand yang dipilih Candra untuk menggantikan istilah album religi atau album ruhani supaya lebih tajam dan spesifik. Sedangkan untuk judul album, dia memilih memberinya tajuk “Samudera Cinta”, yang memberi pengertian tentang betapa Cinta sanggup menerima air dari sungai mana pun dan dalam keadaan air yang bagaimana pun. Ia memeroleh judul tersebut setelah berdiskusi dengan Agus Noor, art director dan penulis naskah papan atas di Indonesia.


Candra Malik juga menulis cerita pendek, dan karya-karyanya pernah diterbitkan di Majalah Sastra Horison, Koran Tempo Minggu, Suara Merdeka, Suara Karya, Majalah Femina, dan lain-lain. Namun, ia tipikal penulis yang sangat moody sehingga belum banyak menciptakan karya sastra. Sebagian puisi sufistik karyanya disimpan untuk pribadi.


Mengelola akun Twitter @candramalik dengan lebih dari 18 ribu followers, Candra menulis tweet dengan tagar #FatwaRindu dan #seucap yang menjadi favorit banyak kalangan dilihat dari kuantitas Retweet. Ia juga mengelola akun Twitter @SufiKota dengan lebih dari 3 ribu followers meski 0 following alias tidak mengikuti akun Twitter pihak lain, dan sangat jarang menulis tweet. Fokus akun ini pada tema Sufisme.


Di sela kesibukan keliling Indonesia untuk sowan kiai dan silaturahmi, Candra mengasuh Pesantren Asy-Syahadah di Segoro Gunung, lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah, untuk kalangan sangat terbatas, yang mengajarkan khusus tentang Tasawuf. Ia juga menulis tema Sufisme di Rubrik Matahati di Halaman Khazanah di Koran Solopos di Solo, Jawa Tengah, edisi Jum'at. Kini, ia sedang membangun website http://www.candramalik.com.
Read more ...

Tuesday, 20 November 2012

Profil Bu Waljinah




Musik Keroncong

Keroncong adalah sejenis musik Indonesia yang memiliki hubungan historis dengan sejenis musik Portugis yang dikenal sebagai fado. Sejarah keroncong di Indonesia dapat ditarik hingga akhir abad ke-16, di saat kekuatan Portugis mulai melemah di Nusantara. Keroncong berawal dari musikyang dimainkan para budak dan opsir Portugis dari daratan India (Goa)serta Maluku. Bentuk awal musik ini disebut moresco.Salah seorang penyanyi keroncong yang sangat populer adalah Waljinah

Profil Waljinah



Nama : Waljinah

Temapat dan Tanggal Lahir : Surakarta 7 November 1943
Nama Ayah : Wiryarahardja
Makanan Favorit : Nasi Gunhangan
Lagu -lagu hits : “ Jamune”, “Enthit”, “Yen Ing Tawang Ana Lintang” dan Stambul “Dua
Baju Biru”.

Menurut Penelitian mahasiswa/wi STISI Surakarta Waljinah telah menyanyikan atau telah rekaman 1600 judul lagu.Show Keliling : Selain di Indonesia, Show ke luar negeri Belanda, Suriname.

Awal Karier:

Kelas 6 SD sudah mulai mengembangkan bakat menyanyi Keroncong. Yang di bimbing oleh Munadi

Waljinah mengikuti kontes menyanyi pada tahun 1958 yaitu Kontes Ratu Kembang Kacang di selenggarakan oleh RRI dan Perfini. Kontes tersebut di selenggarakan sebagai respon Popularitas Sountrack film Delapan Penjuru Angin yang berjudul “ Kembang Kacang” dalam kontes tersebut Waljinah memperoleh gelar Ratu Kembang Kacang dan dari Kemenangan itulah Waljinah dapat memasuki dapur rekaman. Dalam rekaman itu ada pengalaman yang tidak bisa di lupakan yaitu : karena Waljinah masih kecil, mulutnya tidak sampai mik maka waljinah menggunakan alat bantu dingklik/ sejenis bangku kecil yang terbuat dari kayu) agar menambah tinggi dan dapat menjangkau mik.

Pada tahun 1959 Mengikuti Pemilihan Bintang Radio tingkat Eks Karesidenan Surakarta.


Pada tahun 1965 Waljinah menerima piala langsung dari Presiden Pertama Indonesia Presiden Sukarno, Waljinah juara 1 Bintang Radio Tingkat Nasional untuk Kategori Keroncong.

Pada Tahun 1968, Waljinah kembali memasuki dapur Rekaman dengan menyanyikan lagu “Walang Kekek’’ konon kabarnya lagu berjudul Walang Kekek yang dinyanyikannya laris dipasaran pada saat ituAlbum Seleksi EMAS Keroncong WALDJINAH: Bowo Dandang Gulo, Mawar Biru,Ngimpi, Mas Joko, Langgam Blitar, Keno Godo, Pohon Beringin, Langgam Brambang Bawang, Beboyo Margo, Gemes, Kecik-kecik, Ande-Ande Lumut, Resepsi, Tresnaku-Tresnamu, Nyungging AtiWaljinah berkolaburasi rekamanan dengan penyanyi Pop Indonesia Alm. Chrisye menyanyikan lagu yang berjudul Semusim.

Kegiatan Waljinah pada saat ini selain show,dan untuk melestarikan Keroncong Waljinah membina generasi muda anak,cucu, kerabat, tetangga di Surakarta untuk berlatih menyanyi Keroncong.

Pada awal karir, ia meluncurkan album “kompilasi” bersama penyanyi lain, yaitu album Elingo Beboyo Margo (1968) yang di isi bersama Enny Koesrini (juara Harapan Bintang Radio Indonesia 1967) dan Sri Rahadjeng. Banyak diantara albumnya dibuat dengan iringan Orkes Keroncong Bintang Surakarta yang dipimpinnya sendiri.

Waldjinah pernah berduet dengan si “Buaya Keroncong” dari kota Surabaya, yaitu Mus Mulyadi. Lagu Walang Kekek yang melambungkan namanya di Indonesia disamping juga lagu Jangkrik Genggong. Ia acapkali melantunkan lagu-lagu ciptaan Gesang, Andjar Any, dan Ismail Marzuki.

Di Tahun 2002 Waldjinah menerima anugerah seni dari yayasan musik Hanjaringrat di solo dengan komponis Gesang dan para seniman yang lainnya.

Diskrografi

Elingo Bebaya Marga (album bersama) – 1968

Ngelam-Lami
O, Sarinah
Putri Solo
Putri Gunung
Walang Kekek
Irama Senja
Jula Juli Suroboyo
Jangkrik Genggong
Kenyo Bali
Jago Kate
Mahesa Jenar
Ayo Ngguyu
Kethek Ogleng
Sego Liwet
Kencana Wungu
Kacu Biru
Ojo Sembrono
Ciu Gambar Manuk
Mete Goreng
Alus Koyo Salju

Lagu Jawa

lagu pertamanya Yen Ing Tawang

Bengawan Solo (lagu)
Walang Kekek
Ande Ande Lumut
Rudjak Ulek
Suwe Ora Jamu
Kala Cinta Menggoda
Pipo Londo
Nginang Karo Ngilo
Rondo Kempling

Lagu Pop Jawa Modern Waldjinah dan Mus Mulyadi
Sakit Gigi
Goyang Semarang
Getuk
Mas Joko
Sentir Lengo Potro
Jowal Jawil
Read more ...

Biografi Pak Gesang









Nama Lengkap: Gesang Martohartono

Nama Populer: Gesang
Tanggal Lahir: 1 Oktober 1940
Tempat Lahir: Surakarta, Jawa Tengah

Wafat: 20 Mei 2010
Pencipta Lagu : Bengawan Solo

Pak Gesang Martohartono yang lebih populer dengan nama Gesang, lahir pada tanggal 1 Oktober 1940 di Surakarta, Jawa Tengah. Beliau merupakan penyanyi dan pencipta lagu asal Indonesia. Pak Gesang dikenal sebagai "maestro keroncong Indonesia," Salah satu lagu yang sangat terkenal di Indonesia dan juga Dunia adalah Bengawan Solo. Lagu 'Bengawan Solo' telah diterjemahkan kedalam, lebih dari 10 bahasa termasuk bahasa Tionghoa, bahasa Inggris dan bahasa Jepang.


Lagu Bengawan Solo diciptakan pada tahun 1940, ketika Pak Gesang masih berusia 23 tahun. Proses Penciptaan lagu Bengawan Solo tersebut terinspirasi saat Beliau sedang duduk di tepi Sungai Bengawan Solo. Proses penciptaan lagu ini memakan waktu sekitar 6 bulan. Cukup lama untuk menciptakan sebuah lagu yang sangat indah dan sangat populer ini.

Lagu Bengawan Solo memiliki popularitas tersendiri di luar negeri, terutama di Negara Jepang. Bengawan Solo pernah dipakai dalam salah satu film layar lebar Jepang.


Namun, Lagu Bengawan Solo Ciptaan Pak Gesang dibajak oleh orang belanda, penulis menonton acara berita telivisi di SCTV, akhir bulan April 2010 kemarin, ini yang membuat kesehatan Pak Gesang Turun drastis, dan harus dirawat Di rumah sakit.


Pak Gesang Martohartono tutup usia tanggal 20 Mei 2010. Pencipta lagu Bengawan Solo ini wafat di ruang rawat ICU RS PKU Muhammdyah, Solo
Read more ...
Design by BlogSpotDesign | Ngetik Dot Com