Tuesday, 20 November 2012

Profil Djaduk Ferianto








Nama Lengkap : Gregorius Djaduk Ferianto

Alias : Djaduk Ferianto 
Kategori : HUMANIORA
Agama : Katolik
Tempat Lahir : Yogyakarta
Tanggal Lahir : Rabu, 19 Agustus 1964 
Zodiac : Cancer
Warga Negara : Indonesia
Anak : Gusti Arirang, Ratu Hening, Presiden Dewa Gana, Kandida Rani Nyaribunyi, Rajane Tetabuhan

Ayah : Bagong Kussudiardjo 

Saudara : Butet Kartaredjasa, Ida Manutranggana, Elia Gupita, Rondang Ciptasari, Otok Bima Sidharta, Purbasari Ayuwangi
Ibu : Soetiana
Istri : Petra


BIOGRAFI


Gregorius Djaduk Ferianto yang lebih populer dengan nama Djaduk Ferianto ini adalah seorang aktor dan seniman musik Indonesia. Djaduk awalnya diberi nama Guritno oleh sang paman, namun nama itu hanya bertahan sampai ia berusia 10 tahun. Karena ia kerap jatuh sakit, ayahnya mengganti nama Guritno menjadi Djaduk yang artinya unggul.
Sejak umur delapan tahun, Djaduk sudah aktif menari di Pusat Latihan Tari milik ayahnya. Anak bungsu dari Bagong Kussudiardja, koreografer dan pelukis senior Indonesia, dan adik dari monolog kawakan Butet Kertaradjasa, terbilang beruntung karena lahir dan tumbuh di lingkungan yang sangat mendukung kariernya terlebih di bidang seni musik dan teater.
Djaduk banyak belajar soal musik dan film dari dua tokoh perfilman legendaris, Teguh Karya dan Arifin C. Noer. Selain itu, ia secara khusus pergi ke Jepang untuk mempelajari teknik olah pernapasan dalam memainkan alat musik tiup. Ilmunya di bidang musik pun semakin bertambah saat ia belajar musik di New York.
Sepanjang perjalanan karirnya, ayah lima anak ini sempat mengalami diskriminasi, salah satunya adalah pembedaan antara lokal dan nasional. Djaduk baru bisa masuk industri musik nasional di tahun 1996. Meskipun frekuensi tampil di ibukota sangat tinggi, Djaduk memilih untuk tetap tinggal di Yogyakarta.


PENDIDIKAN


Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta


KARIR


Menjadi penata musik sejumlah repertoar Gandrik

Mengikuti pementasan keliling, termasuk Jerman, Denmark, Swedia, Belanda, dan Turki

Mencipta komposisi musik, untuk ilustrasi musik film dan sinetron, jingle iklan, untuk teater, atau sejumlah event olahraga, sejak 1982

Membuat musik untuk Pekan Tari Muda VI Dewan Kesenian Jakarta

Mendirikan Kelompok Musik Kreatif Wathathitha

Mendirikan kelompok Rheze, 1976

Menggarap musik pentas teater “Pak Kanjeng, 1980-1993

Musik untuk upacara pembukaan-penutupan Pesparawi di Kalimantan Tengah

Turut serta merancang penataan musik sejumlah repertoar tari garapan Bagong Kussudiardjo

Membuat musik untuk Festival Film Indonesia 1984

Bergabung di Teater Gandrik bersama Novi Budianto, sejak 1985

Menggarap komposisi musik untuk mengiringi pembacaan puisi Emha Ainun Nadjib bersama Novi Budianto, 1993-1995

Mendirikan Kelompok Kesenian Kua Etnika bersama dengan Butet Kertaredjasa dan Purwanto, 1995

Berkolaborasi dengan Aminoto Kosim menggarap komposisi musik untuk acara Dua Warna, di RCTI, 1995

Mendirikan Orkes Sinten Remen pada 1997


PENGHARGAAN


Karya:

Unen-unen (1982)

Gema Nusantara (1984)

Musik untuk Sea Games (1987)

Musik Tari ASEAN Dancers Festival, Jakarta (1989)

Voice of Borneo (1990)

Musik tari “Aku”, Indonesia Dance Festival, Jakarta (1992)

Musik Drama “Pak Kanjeng”

Musik “Mimpi di Tanah Jawa” (Prancis)

Musik Sinetron “Alangalang" (Teguh Karya)

Musik sinetron “Saur Sepuh”

Musik Sinetron “Soero Buldog” (Slamet Rahardjo)

Musik Opera “Rama Sinta” (N. Riantiarno)

Musik Tari “Harkitnas”, Jakarta, (1994)

Musik Film “Cemeng 2005, The Last Primadona” (N. Riantiarno)

Komposisi “Kua Etnika”, RCTI Jakarta

Musik Kenduri Nasional, di Monas

Musik Film Dokumenter “Dongeng Kancil (Garin Nugroho), (1995)

Musik “Bayangkara Emas” HUT Polri ke50

Musik Tari “Gunung Segoro & Bandawala Pati”

ASEAN Dance Festival, Musik Pembukaan PON ke14 (1996)

Musik Film “Daun di Atas Bantal” (Garin Nugroho)

Musik Tari “Gandrung Blambangan” (Dedy Luthan), (1997)

Musik Film “Telegram” (Slamet Rahardja)

Musik “Opera Anoman” (N. Riantiarno & Adhie MS)

Musik Monolog “Lidah (Masih) Pingsan” Butet Kartaredjasa (1998)

Musik Teater Gandrik “Brigade Maling” di Melbourne, Australia

Konser Musik “Ethnovaganza” (1999)

Konser Musik “Ritus Swara"

Musik sinetron “Borobudur” (2000)

Konser Musik “Unenunen”

Ilustrasi Musik Film “Marsinah”

Musik Monolog “Ciganjur III ½”

Konser Musik Dangdut Alternatif di Hard Rock Cafe bersama Iis Dahlia (2001)




Filmografi:

Petualangan Sherina (2000)

Koper (2006)

Jagad X Code (2009)

Cewek Saweran (2011)




Diskografi:

Orkes Sumpeg Nang Ning Nong (bersama Kua Etnika,1997)

Ritus Swara (bersama Kua Etnika, 2000)

Parodi Iklan (bersama Orkes Sinten Remen, 2000)

Komedi Putar (bersama Orkes Sinten Remen, 2002)

anji Palsu (bersama Orkes Sinten Remen, 2003)

Maling Budiman (bersama Orkes Sinten Remen, 2006)

Dia Sumber Gembiraku (Lagu Rohani, 2006)

Pata Java (bersama Kua Etnika dan Pata Master Jerman)




Penghargaan:

Meraih Kreativitas terbaik dalam Festival Akustik se-Jawa Tengah dan DIY (1982)

Juara 1 Musik Humor Tingkat Nasional

Piala Vidia Festival Sinetron Indonesia sebagai Penata Musik Terbaik (1995)

Dinobatkan sebagai Pemusik Kreatif oleh PWI cabang Yogyakarta (1995)

Nomine Festival Sinetron sebagai penata musik terbaik “Di Balik Pusaran Awan” (1996)

Grand Prize 2000 (Unesco)


SOCIAL MEDIA


twitter.com/DjadukFerianto

facebook.com/people/Djaduk-Ferianto/1531927886

www.kuaetnika.com


Artikel Terkait:

Design by BlogSpotDesign | Ngetik Dot Com